Bojonegoro, mediapantura.com – Ditengarai beda pilihan dalam Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) Seorang Kakek bernama Mbah Dul Ngali (80) yang dikabarkan di usir oleh keponakannya sendiri, hal itu dibantah oleh Keponakan Mbah Dul Ngali, Suwarni melalui Video yang diterima oleh Redaksi mediapantura.com, Selasa (21/1/2020).
Dalam rekaman Video tersebut Suwarni menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan pengusiran terhadap Mbah Dul Ngali, dan hal itu dimungkinkan ada kesalahpahaman hingga dirinya dituding mengusir Mbah Dul Ngali.
“Saya sama sekali tidak ada maksud mengusir mbah Dul, disini saya jelaskan dan saya berani bersumpah bahwa saya tidak mengusir mbah Dul,” Kata Suwarni dalam video tersebut.
Suwarni juga menjelaskan bahwa masalah yang sebenarnya terjadi adalah masalah pemasangan gambar calon Kepala Desa, di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas di Halaman pekarangan Rumah yang ditempati Mbah Dul Ngali, karena belum waktunya pemasangan gambar tersebut.
“Dan pemasangan gambar tersebut berada dilahan saya dan mbah Dul juga tidak pernah ijin adanya pemasangan gambar calon kades tersebut, jadi itu yang sebenarnya,” jelas Suwarni.
Jadi hanya persoalan gambar tersebut yang dipemasalahkan oleh Suwarni, dan untuk tuduhan mengusir Mbah Dul Ngali, Suwarni tidak pernah melakukan pengusiran, karena Mbah Dul Ngali sudah lama menempati rumah lahan tersebut tanpa Suwarni meminta bayaran, karena masih keluarga Sendiri, Sehingga tidak ada masalah antara Suwarni dan Mbah Dul Ngali dalam persoalan pengusiran.
Sementara itu, Mbah Dul Ngali dalam pernyataanya juga menyampaikan bahwa tidak ada masalah pengusiran, namun hanya kesalah pahaman antara Mbah Dul Ngali dan Suwarni yang keponakannya sendiri.
“Saya dan Suwarni tidak ada masalah apa apa, dan hanya kesalah pahaman dan semuanya sudah selesai,” Jelas Mbah Dul Ngali Singkat.(red)





