BOJONEGORO – Plafon ruang sidang Paripurna Dewan Perwalikilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro dilaporkan ambrol setelah tak kuat menahan guyuran air hujan yang disertai angin kencang pada Selasa (23//12) kemarin. Beruntung, insiden ini terjadi saat gedung dalam keadaan kosong.
Ketua DPRD Bojonegoro, Abdullah Umar menjelaskan, insiden ambrolnya bagian atap tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi.
“Kejadiannya Selasa sore saat hujan deras sekali. Titik yang ambrol ada di bagian atap tepat di atas pintu masuk ruang paripurna. Estimasinya sekitar 25 meter kali 5 meter,” terang Umar.
Umar menambahkan, penyebab utama ambrolnya plafon tersebut diduga kuat karena adanya kebocoran pada bagian genteng. Air hujan yang masuk dalam jumlah besar tertahan oleh lapisan plafon. Karena beban air yang terus bertambah, struktur plafon akhirnya jebol dan menimpa lantai di bawahnya.
“Karena ada bocor, air tertampung di plafon. Karena sudah tidak kuat menahan beban air, akhirnya runtuh,” imbuhnya.
Umar menyatakan akan segera memanggil dinas terkait untuk meminta pertanggungjawaban serta penjelasan teknis mengenai kualitas bangunan tersebut.
“Kami akan panggil dinas terkait. Saya minta ini diperbaiki secara permanen. Kita ingin memastikan kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang, apalagi ini fasilitas negara,” tegas politisi PKB tersebut.
Sebagai informasi, pembangunan gedung ini menelan anggaran yang cukup fantastis dari APBD 2022, yakni sekitar Rp 77,8 miliar. Dana tersebut mencakup pembangunan gedung perkantoran tiga lantai dan gedung paripurna dua lantai.
Kompleks gedung wakil rakyat yang berlokasi di Jalan Veteran ini tergolong bangunan baru. Gedung megah tersebut baru saja diresmikan pada awal tahun 2023 lalu.(Hil)






