BOJONEGORO – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 24 Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan merayakan Hari Ibu Tahun 2023, para anggota DWP Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Wilayah Bojonegoro dan Tuban lakukan potong tumpeng.
Kegiatan potong tumpeng dalam peringatan HUT Ke 24 Dharma Wanita Persatuan tahun 2023 ini diadakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Bojonegoro, Sabtu (23/12/2023).
HUT kali ini dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Cabang Dinas Proveisi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro dan Tuban , Minarti Adi Prayitno, Kacabdin Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Adi Prayitno, dan Kepala Sekolah SMA/SMK/PK-PLK Se Kabupaten Bojonegoro dan Tuban serta anggota Dharma Wanita Persatuan Cabang Dinas Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro dan Tuban.
Dalam sambutanya Kacabdin Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro dan Tuban, Adi Prayitno mengatakan momentum HUT Ke 24 Dharma Wanita Persatuan ini dapat memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan terhadap organisasi serta sebagai wujud dukungan organisasi sebagai mitra di dunia pendidikan khususnya.
“Tema HUT Dharma Wanita tahun 2023 ini adalah Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan Berkelanjutan, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang peran strategis yang dimiliki perempuan”, kata Adi Prayitno yang juga menjabat sebagai Pembina Dharma Wanita Persatuan Wilayah Bojonegoro dan Tuban.
Menurutnya, kesuksesan seseorang suami pasti didukung oleh para istri yang hebat. Seorang istri harus mendukung dan memotivasi suaminya.
“Sebagai anggota Dharma Wanita Persatuan harus mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan. Peran yang dapat dilakukan oleh anggota Dharma Wanita Persatuan bertujuan pada pembangunan berkelanjutan khususnya bidang pendidikan”, tutur Adi Prayitno.
Lebih lanjut Adi Prayitno menekankan di dalam Gerakan Orang Tua Asuh (GOTA) yang dilakukan oleh Kantor Cabdin Pendidikan dukungan dari anggota Dharma Wanita Persatuan sangat penting.
“Dalam GOTA ini setiap satu guru harus mempunyai satu murid yang menjadi asuhannya, setiap Kepala Sekolah wajib memiliki dua murid asuhannya dan saya sendiri selaku Kepala Cabang Dinas harus memiliki lima murid hingga lebih yang saya asuh”, pungkas Adi Prayitno.(pur/red)







