Reporter: Ahmad Fauzi
mediapantura.com, Tuban – Kejadian tenggelamnya perahu penyeberangan sungai bengawan solo antara kabupaten Tuban dengan kabupaten Bojonegoro pada Rabu (03/11) yang membawa 17 penumpang ikut menjadi perhatian anggota DPRD Provinsi Jawa Timur yang Berasal dari kabupaten Tuban yaitu Nur Aziz yang mendatangi dan melihat langsung proses pencarian Korban, Jum’at Sore(5/11/2021).
Kedatangan Anggota DPR Provinsi dari fraksi PKB di sambut langsung oleh Yudi Irwanto Kalaksa BPBD kabupaten Tuban di Posko induk yang berada di kantor balai Desa Ngadirejo.
Menurut Kalaksa BPBD kabupaten Tuban saat Menjelaskan bahwa Sampai siang ini dari data 17 korban perahu tenggelam, 10 orang diantaranya berhasil ditemukan selamat, 4 di temukan dalam keadaan meninggal Dunia Serta 5 korban masih dalam pencarian Tim SAR gabungan.
Sementara itu, dalam kesempatan ini Nur Aziz berharap agar ini menjadi perhatian pihak-pihak terkait sehingga terkait maraknya tambangan tradisional di aliran Bengawan solo bisa di berikan pemahaman mengenai safety baik angkutan maupun sarana pendukung.
“Kita berharap semua tambangan Tradisional harus Tersedia pelampung sehingga apabila terjadi kejadian yang tidak di inginkan bisa langsung digunakan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” harapnya.
Pria yang pernah duduk menjadi wakil pimpinan DPRD kabupaten Tuban juga menyampaikan bahwa Untuk bantuan life jacket dari Dishub Provinsi Jawa Timur ke Dishub Kabupaten Bojonegoro :
– Tahun 2017 sebanyak 300 buah life jacket
– Tahun 2019 sebanyak 200 buah life jacket
– Tahun 2020 sebanyak 150 buah life jacket
Sedangkan bantuan alat keselamatan untuk wilayah Tuban (Dishub Kabupaten Tuban) :
Tahun 2017 sebanyak 225 buah life jacket dan 48 buah ring boudy namun bantuan yang sudah di berikan kepada para penambang tidak pernah difungsikan.
Diakhir pernyataan pers Nur Azis di hadapan Kalaksa BPBD kabupaten Tuban Juga berjanji pada Tahun 2022 pihaknya akan mengupayakan bantuan life jaket dan ring Boudy lagi.
Diberitakan sebelumnya perahu penyeberangan sungai bengawan solo yang dinahkodai oleh Kasiyan (65) warga desa semambung kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro yang membawa 17 penumpang berangkat dari tambangan dusun Gemblo desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban untuk menyebrang menuju tambangan desa Semambung kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro sekitar pukul 09.30 wib, namun nahas ditengah perjalanan perahu tersebut terbalik dan tenggelam akibat tidak mampu menahan arus sungai yang deras.





