Reporter : Ahmad Fauzi
Bojonegoro, mediapantura.com – Upaya untuk peningkatan wawasan kebhinekaan bagi guru-guru Agama di Kabupaten Bojonegoro Tim Dialogue Center Universitas Islam Negeri (UIN) Center Sunan Kalijaga Yogyakarta Bekerjasama dengan Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro Menggelar Workshop Pendidikan Kebhinekaan Bagi Guru Agama Se Kabupaten Bojonegoro.
Pembukaan Workshop Pendidikan Kebhinekaan Bagi Guru Agama SE Kabupaten Bojonegoro di laksanakan di aula Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro yang di Hadiri oleh Direktur Dialogue UIN Cente H Zainuddin M.Ag ,Kepala Kementrian Agama Kabupaten Bojonegoro H.Munir M.Ag dan di Ikuti Sekitar 30 Peserta.
Direktur Dialogue UIN Center sunan Kalijaga Yogyakarta Dr H Zainuddin M.Ag Menjelaskan bahwa Maksud dan tujuan kegiaatan ini untuk meningkatkan kembali wawasan kebhinnekaan bagi guru agama yang ada di kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan workshop ini dimaksudkan untuk menggali pengalaman pembelajaran guru agama disekolah agar terdapat kesamaan visi dan orientasi diuncul sikap intoleran dan bibit-bibit kebencian dalam masyarakat itu bisa saja diakibatkan minimnya wawasan kebhinekaan bagi siswa.
Guru adalah garda terdepan untuk mencetak murid yang berwawasan kebhinnekaan selain itu juga sikap guru, kurikulum dan bahan ajar perlu berwawasan kebhinnekaan. Melalui workshop ini ditekankan untuk diskusi, sharing, story telling masing-masing guru agama dalam pengajar pendidikan agama di sekolah masing-masing kemudian hasil workshop ini nanti akan diterbitkan.
Selain itu Ia Juga menjelaskan bahwa Kegiatan Workshop Kebhinekaan Bagi Guru Agama di kabupaten Bojonegoro akan di Laksanakan Selama Tiga Hari Mulai Hari ini Hingga Tanggal 18 September 2021.
Kepala Kemenag Kabupaten Bojonegoro juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim DC UIN Sunan Kalijaga yang memiliki program pendidikan ke-bhinekaan yang dibawa ke Kabupaten Bojonegoro Sehingga nantinya bisa di implementasikan dan di Kembangka lebih lanjut Bagi Guru Agama.
“Kami berharap akan terjadi perubahan nilai, cara pandang, dan perilaku individu dan dapat mempengaruhi lingkungan sosial di mana yang hadir, mulai dari lingkungan sekolah, keluarga, sampai pada kelompok masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
“Agama itu lebih unggul jadi perlu adanya pemahaman pada siswa disekolah, kita ini adalah bangsa Indonesia, supaya tidak adanya pembedaan agama satu dengan agama lainnya dan yang terpenting kita harus tetap menjaga kesatuan NKRI,” terangnya.
Adapun target kegiatan ini adalah tercapainya persamaan persepsi dikalangan praktisi pendidikan, khususnya pendidikan agama sehingga terwujud kompetensi peserta didik sesuai yang diharapkan. Dapat meningkatkan kesadaran para penyelenggara pendidikan menengah tentang pentingnya pendidikan ke-bhinnekaan sebagai dasar proses pembelajaran.
“Dalam workshop kali ini, diharapkan mampu menanamkan sikap ke-bhinnekaan dan Keislaman para guru agama Sehingga nantinya bisa menyusun perangkat pembelajaran berbasis ke-bhinekaan, agama dan sekuler dibutuhkan di Indonesia maupun di kabupaten Bojonegoro.
Diakhir Sambutannya Kemenag Kabupaten Bojonegoro Juga Mengajak Seluruh Guru Agama agar menjadi Pelopor Kebhinekaan Serta Modernisasi Agama Sehingga nantinya bisa menjaga NKRI dan Pancasila Serta Menjunjung Tinggi Keberagaman agama di anak Didiknya.
Dalam Kegiatan Workshop Pihak Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Juga Menyampaikan Pesan Keberagaman dan Kebhinekaan Melalui Virtual Zoom.





