Opini Oleh : Klarisa Qutrun Nada
Pandangan bahwa perempuan (terutama setelah menikah) yang seharusnya membatasi diri dari ruang publik masih sering ditemui hingga hari ini. Ada yang menilai bekerja, melanjutkan pendidikan, berorganisasi, atau terlibat kegiatan sosial sebagai tindakan yang keluar dari “kodrat”. Bahkan, sebagian masyarakat menganggapnya tabu dan tidak sejalan dengan peran perempuan sebagai istri atau ibu. Padahal, jika dipahami dengan perspektif ilmiah maupun agama, pandangan tersebut tidak hanya ketinggalan zaman, tetapi juga berpotensi menghambat kualitas keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.
Pada dasarnya, manusia diciptakan untuk bertumbuh. Growth mindset (konsep yang dikenalkan Carol Dweck pada tahun 2006) menekankan bahwa kemampuan seseorang berkembang ketika ia diberi kesempatan untuk belajar, bereksplorasi, dan memperluas pengalaman. Membatasi ruang perempuan setelah menikah berarti memutus peluang untuk mencapai versi terbaik dari dirinya.
Lebih jauh lagi, perempuan yang berkegiatan bukan sedang menanggalkan perannya di rumah. Justru sebaliknya—ia sedang memenuhi fitrahnya sebagai manusia yang terus berkembang, membawa manfaat, dan menguatkan kapasitas dirinya agar dapat berkontribusi lebih baik kepada keluarga maupun masyarakat.
Aktualisasi Diri Perempuan: Kebutuhan Manusia yang Bersifat Universal
Dalam psikologi humanistik, Abraham Maslow menempatkan self-actualization sebagai kebutuhan tertinggi manusia. Aktualisasi diri bukan sekadar pencapaian prestasi, melainkan pengembangan potensi untuk memberi dampak positif pada lingkungan. Perempuan (seperti halnya laki-laki) membutuhkan ruang untuk mengasah potensi melalui bekerja, belajar, berorganisasi, mengajar, dan terlibat dalam kegiatan sosial.
Berbagai aktivitas ini terbukti memberikan sejumlah manfaat, di antaranya:
1. Peningkatan kecerdasan sosial dan emosional, karena perempuan berinteraksi dengan beragam situasi dan kelompok.
2. Kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman, yang penting dalam lingkungan modern yang dinamis.
3. Kemandirian dan kepekaan sosial, lahir dari keterlibatan langsung dalam memecahkan masalah masyarakat.
4. Stabilitas psikologis, karena perempuan yang berkembang cenderung lebih percaya diri dan tidak mudah stres.
5. Kualitas pengasuhan yang lebih baik, sebab ibu yang sehat secara mental dan terasah wawasannya akan lebih optimal mendampingi tumbuh kembang anak.
Penelitian dalam Journal of Family Psychology juga menunjukkan bahwa perempuan yang memiliki ruang untuk berkarya cenderung memiliki kebahagiaan dan kestabilan emosi yang lebih baik. Hal ini berdampak langsung pada keharmonisan keluarga. Dengan kata lain, perempuan yang berkembang bukan ancaman bagi keluarga – justru investasi jangka panjang bagi kualitas keluarga itu sendiri.
Perspektif Keagamaan: Ruang Manfaat yang Tidak Terbatas pada Domestik
Dalam Islam, ibadah tidak hanya berwujud aktivitas ritual. Seluruh amal yang membawa manfaat, memperkuat kapasitas diri, dan menyejahterakan orang lain termasuk bagian dari nilai ibadah. Karena itu, ruang perempuan untuk berkarya tidak pernah dibatasi oleh status atau jenis kelamin.
1. Menuntut dan Mengajarkan Ilmu
Rasulullah SAW bersabda:
“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan.” (HR. Ibnu Majah)
Kata “setiap” menjelaskan bahwa perempuan memiliki hak penuh untuk belajar, mengajar, dan berkecimpung dalam kegiatan intelektual.
2. Menebar Manfaat sebagai Prinsip Dasar
Sabda Rasulullah SAW:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)
Aktivitas perempuan di ruang publik (baik bekerja, mengajar, ataupun berorganisasi) adalah realisasi nyata dari prinsip kebermanfaatan ini.
3. Bekerja sebagai Bentuk Ibadah
Allah berfirman:
“Bekerjalah kalian, maka Allah akan melihat pekerjaan kalian…” (QS. At-Taubah: 105)
Ayat ini tidak membedakan laki-laki dan perempuan. Segala bentuk pekerjaan yang dilakukan dengan niat baik merupakan bagian dari ibadah.
4. Keteladanan Perempuan pada Masa Rasulullah
Sejarah Islam mencatat banyak perempuan berperan aktif di ruang publik, di antaranya:
– Khadijah RA, pengusaha sukses dan pendukung utama dakwah Nabi.
– Aisyah RA, ulama besar yang menjadi rujukan banyak sahabat.
– Rufaidah Al-Aslamiyah, pelopor bidang medis dan pemimpin tim perawatan pada masa Rasulullah.
Peran mereka tidak dianggap sebagai penyimpangan, melainkan bagian dari kontribusi yang dibutuhkan umat.
Rebranding Perempuan Aktif: Menguatkan Diri, Menguatkan Keluarga
Perempuan yang tetap aktif berkegiatan setelah menikah bukan sedang melawan peran domestik. Ia sedang membangun kapasitas dirinya agar menjadi pribadi yang:
– Lebih matang secara emosional
– Lebih luas wawasannya
– Lebih percaya diri
– Lebih adaptif terhadap tantangan zaman
– Lebih mampu memberi manfaat, baik di rumah maupun masyarakat
Pada akhirnya, perempuan yang berkembang akan menjadi sumber kekuatan bagi keluarga. Anak-anak mendapatkan teladan tentang kerja keras, ketangguhan, dan pembelajaran sepanjang hayat. Pasangan mendapatkan partner hidup yang berkualitas, mampu berdiskusi, dan kuat secara emosional. Dan masyarakat mendapatkan kontribusi dari setengah populasi yang selama ini sering dibatasi ruang geraknya.
Penutup: Membuka Ruang, Menghapus Batas
Menganggap aktivitas perempuan sebagai sesuatu yang tabu sebenarnya tidak lepas dari bentuk ketidakadilan gender yang disebut mobility restriction – pembatasan perempuan untuk hadir dan berpartisipasi di ruang publik. Pembatasan ini tidak hanya merugikan perempuan, tetapi juga memiskinkan masyarakat dari potensi besar yang seharusnya dapat memberi manfaat.
Baik dari perspektif ilmiah maupun keagamaan, perempuan memiliki hak, kapasitas, dan kebutuhan untuk tumbuh serta berkontribusi. Ketika perempuan diberi ruang, ia tidak hanya membangun dirinya, tetapi juga memperbaiki kualitas keluarga, generasi, dan lingkungan di sekitarnya.
Perempuan yang aktif bukanlah ancaman, ia adalah kekuatan.
Aktivitas perempuan bukan sumber masalah, ia adalah ibadah dan kontribusi.
Membuka ruang bagi perempuan berarti membuka pintu manfaat yang lebih besar bagi semua.







