Mediapantura.com, Bojonegoro – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerjasama dengan Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Bojonegoro menggelar Pelatihan Kepemimpinan dan Karir bagi 32 mahasiswa dari 15 Perguruan Tinggi Negeri.
Mereka adalah para mahasiswa penerima beasiswa Banyu Urip 2022 dari EMCL. Dan kegiatan tersebut di laksanakan di Hotel Eastern jalan Veteran, Kota Bojonegoro pada Rabu (13/07/2022) siang.
Menurut ketua FTBM Bojonegoro, Bangun Setiyawan Nugroho dalam kegiatan mengatakan jika pelatihan kepemimpinan dan karir merupakan bagian dari nilai lebih dari program beasiswa.
“Kepemimpinan sangat erat kaitannya dengan karir,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, selain mendapat bantuan pendidikan, penerima beasiswa juga mendapatkan pendampingan dari mitra pelaksana program.
“Berbagai kegiatan pengembangan diri akan diberikan kepada mahasiswa selama periode program berlangsung,” terang pria yang juga merupakan manager progam.
Dikatakan bahwa mahasiswa diberikan bekal dalam menulis dan menyusun perencanaan karir. Bekal menulis ini juga sebagai bentuk motivasi mahasiswa dalam mengejar cita-cita ataupun karirnya.
“Tujuan dari program ini adalah memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa penerima beasiswa Banyu Urip betapa pentingnya memiliki kapasitas kepemimpinan yang baik. Kemudian, memberikan pengetahuan kepada mahasiswa penerima beasiswa Banyu Urip tentang tantangan dunia kerja,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya akan memberikan kesempatan mahasiswa untuk menuliskan rencana karir yang ingin digapai menjadi sebuah karya buku antologi.
Sementara itu, perwakilan EMCL, Beta Wicaksono menyampaikan bahwa pihaknya bermitra dengan FTBM Bojonegoro agar bisa membuat program yang memiliki nilai lebih. Dia juga berharap dengan adanya pelatihan ini, ada proses yang dapat membangun kapasitas diri mahasiswa menjadi lebantologi
“Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah membuat kondisi industri dan dunia karir berubah-ubah dengan tidak pasti,” ungkapnya.
Selain itu di dengan pelatihan Kepemimpinan ini diharapkan mampu membuat mahasiswa mudah beradaptasi setelah menyelesaikan studinya.
Perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bojonegoro, Fajar Dwi Nurrizki menambahkan selain gaya kepemimpinan dinamis, pengetahuan dan keterampilan juga harus disiapkan agar mahasiswa dalam menyusun perencanaan karir dengan baik. (rico/red)






