Reporter: Ahmad Fauzi
Bojonegoro, mediapantura.com – Pelatihan diselenggarakan di Desa Ngablak Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro dengan peserta anggota Paguyuban Jamu Gendong Desa Ngablak, Selasa (15/06/2021).
Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Abdul Azis Safii mennyampaikan bahwa Pelatihan Tersebut dilaksanakan sebagai Upaya Perluasan Pasar Jamu Tradisional Desa Ngablak. Seperti diketahui selama ini masyarakat Desa Ngablak hanya memproduksi jamu tradisonal dalam bentuk cair, sehingga untuk pemasaran sangat terbatas karena terbentur daya simpan produk jamu cair yang relatif singkat.
Pelatihan Pembuatan jamu serbuk diharapkan menciptakan pasar yang lebih luas pada Industri jamu Tradisonal, serta selanjutnya dapat masuk ke penjualan melalui e-comerce karena daya simpan yang lebih lama serta pengemasan yang lebih mudah jamu berbentuk serbuk. Migrasi Jamu ke bentuk Serbuk juga diharapkan.
Kepala Desa Ngablak “Susianto” yang memberikan sambutan pada acara pelatihan menyampaikan apresiasi dan Berterimakasih atas Program PKM STIE Cendekia Bojonegoro.
Ia menyampaikan, program ini dapat membantu Masyarakat Pelaku Industri Jamu Gendong Desa Ngablak yang merasakan dampak hebat dari pandemi Covid 19.
Selanjutnya Susilowati anggota pelaksana PKM, yang juga hadir dan memberikan materi pada Pelatihan menjelaskan bahwa masyarakat Pelaku Jamu Gendong yang selama ini menjajakan jamu dengan cara berkeliling dari kampung-kampung menghadapi kendala adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di berbagai daerah, sehingga tidak dapat menjual jamu dengan berkeliling.
Pelaksanaan Program PKM yang didanai Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat tahun anggaran 2021 diharapkan memberi solusi bagi pelaku jamu tradisional Desa Ngblak utuk terus dapat beroperasi dan memproduksi jamu. (af)





