Tuban – Jerat pekerja anak di area ladang tembakau terus diputus lewat cara-cara kreatif dan edukatif. PT Alliance One Indonesia (PT AOI) menggandeng IDFoS Indonesia menggelar After School Activity berupa kelas seni pantomim dan bimbingan akademik.
Langkah taktis ini membidik para siswa di dua sekolah di wilayah Kecamatan Soko, Tuban. Yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayatul Islam di Desa Mentoro dan SDN 3 Prambon, Kamis (17/9/26).
Kegiatan positif ini merupakan pengejawantahan langsung dari program CERIA (Child Labor Eradication Initiative in Tobacco Area). Fokus utamanya mencegah anak-anak terseret arus eksploitasi di lahan pertanian tembakau pasca-jam sekolah.
Manager Program CERIA Laily Mubarokah menegaskan, program ini dirancang khusus untuk menyuguhkan ruang aktivitas yang produktif di luar jam sekolah formal.
“Melalui bimbingan belajar alternatif ini, tujuan kami murni mengalihkan waktu luang anak. Mereka harus dijauhkan dari aktivitas pertanian tembakau yang sangat berisiko bagi tumbuh kembangnya,” tegas aktivis perempuan asal Kota Ledre tersebut.
Edisi bimbingan kali ini disajikan dalam dua format berbeda agar lebih terarah. Siswa MI Hidayatul Islam yang lolos tahapan casting digembleng kelas pantomim, sementara siswa SDN 3 Prambon difokuskan pada Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Di kelas kesenian, puluhan siswa tampak antusias di bawah arahan instruktur seni Kak Agung. Mereka diajak praktik langsung membedah olah gerak tubuh, ekspresi wajah, hingga teknik bermain peran tanpa kata yang diselaraskan dengan musik.
Di sudut kelas lain, Kak Ainun selaku pembimbing akademik TKA tampak serius memoles kemampuan nalar siswa SDN 3 Prambon. Fokus materinya membedah tuntas soal-soal Bahasa Indonesia dan Matematika secara interaktif.
Kepala MI Hidayatul Islam Kumaidi merespons hangat inisiatif bimbingan belajar akademik maupun non-akademik di lingkungannya ini. Menurutnya, program tersebut sangat vital untuk mencetak karakter siswa.
“Kami sangat mendukung dan berterima kasih kepada PT AOI dan IDFoS Indonesia. Semakin banyak ruang kreasi di sekolah, identitas dan bakat terpendam anak-anak akan makin cepat terasah,” pungkas Kumaidi. (RBU/Red).







