Geber Pameran Jejak Peradaban, Wabup Nurul Sentil Generasi Muda Agar Melek Sejarah

judul gambar

Bojonegoro – Lorong waktu sejarah Kota Ledre kembali dibuka lebar untuk publik. Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah resmi membuka Pameran Temporer bertajuk “Jejak Peradaban Bojonegoro” di Museum Rajekwesi, Jumat (11/9/26).

Seremonial pembukaan ajang sarat edukasi ini ditandai dengan pemotongan pita. Dilanjutkan dengan pengibaran bendera start pelepasan seratusan peserta Walking Tour cagar budaya.

Bacaan Lainnya
judul gambar

Dalam sambutannya, Wabup Nurul memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pameran tersebut. Ia menegaskan, penguasaan sejarah daerah adalah fondasi vital dalam membangun karakter generasi penerus.

Menurut Nurul, jejak panjang mulai dari era kerajaan, kejayaan maritim Bengawan Solo, masa kolonial, hingga masuknya peradaban Islam tak boleh menguap begitu saja di telan zaman.

“Generasi muda kita ajak untuk paham dan memetri (merawat) sejarah budayanya sendiri. Pembangunan daerah ke depan harus tetap berpijak kokoh pada nilai-nilai keluhuran sejarah,” tegas Wabup.

Pameran hasil inisiasi komunitas Bojonegoro History (Yayasan Jejak Sabda Nusantara) ini bakal digeber nonstop selama tiga hari. Tepatnya mulai Jumat hingga Minggu (13/9) besok, beroperasi sejak pukul 13.00 hingga 21.00 WIB.

Agenda kolaboratif ini sukses terselenggara berkat kucuran Bantuan Pemajuan Kebudayaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim, Kementerian Kebudayaan RI, serta fasilitasi Disbudpar Bojonegoro.

Sepanjang pameran, pengunjung tidak sekadar disuguhi pameran artefak, arsip kuno, hingga narasi visual perahu purba Bengawan Solo. Acara ini turut dimatangkan dengan sarasehan sejarah yang menghadirkan langsung pakar arkeologi.

Tak kalah seru, agenda Walking Tour sukses menyedot animo 120 peserta terdaftar. Mulai dari guru sejarah, pelajar, hingga kalangan akademisi diajak turun langsung ke lapangan.

Mereka diajak blusukan menyusuri sudut-sudut sejarah kota yang terbagi dalam empat sesi. Rutenya melintasi kawasan Pecinan, deretan bangunan masa kolonial, Klenteng, Kantor Pos, hingga Taman Pahlawan.

Kemeriahan pameran temporer ini kian hidup dengan ragam pentas seni budaya setiap malam. Tak ketinggalan, lapak buku literasi sejarah juga siap memanjakan warga saat gelaran Car Free Day (CFD) akhir pekan nanti. (RBU/Red).

Pos terkait

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *