Bojonegoro – Suasana haru dan penuh doa menyelimuti pemberangkatan calon jamaah haji Kabupaten Bojonegoro menuju Tanah Suci. Isak tangis keluarga yang mengantar berpadu dengan lantunan doa, mengiringi langkah para tamu Allah memulai perjalanan suci mereka, pada Jum’at dini (1/5/26).
Sebanyak 1.741 calon jamaah haji diberangkatkan dalam enam kelompok terbang (kloter), yakni kloter 37, 38, 39, 40, 41, dan 42. Prosesi pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah serta jajaran Forkopimda.
Momentum ini menjadi salah satu yang paling dinanti setiap tahun, tidak hanya bagi para jamaah, tetapi juga keluarga yang turut mengantar dengan harapan dan doa terbaik.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang sarat makna.
“Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, namun perjalanan spiritual tentang keimanan dan ketaqwaan,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Bupati juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jamaah serta berpesan agar ibadah dijalankan dengan niat yang lurus dan penuh keikhlasan.
“Selamat menunaikan ibadah haji. Luruskan niat karena Allah SWT, jalani dengan penuh keikhlasan, serta patuhi seluruh aturan selama di Tanah Suci,” pesannya.
Bupati juga menitipkan harapan kepada para petugas haji agar memberikan pelayanan terbaik selama proses ibadah berlangsung. Ia menekankan pentingnya kesabaran, ketulusan, dan tanggung jawab dalam mendampingi jamaah.
“Kami berharap para petugas dapat membina dan melayani dengan baik, sehingga seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali menjadi haji yang mabrur,” tambahnya.
Keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan lintas negara, tetapi perjalanan hati menuju kedekatan dengan Sang Pencipta. Harapan pun mengalir agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kelancaran, serta kemudahan dalam setiap rangkaian ibadah, hingga kembali ke tanah air dengan membawa predikat haji yang mabrur. (RBU/Red)







