BOJONEGORO – Proses penjaringan bakal calon kepala desa (bacalon kades) Lebaksari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro mulai bergulir. Pemilihan ini merupakan bagian dari mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) kepala desa.
Panitia membuka pendaftaran dalam dua tahap guna memberi ruang lebih luas bagi masyarakat yang ingin ikut meramaikan kontestasi. Tahap pertama dibuka sejak 30 Maret hingga 20 April 2026. Sementara tahap kedua dijadwalkan berlangsung pada 27 April hingga 6 Mei 2026.
Ketua panitia, Ahmad Rifa’i, menegaskan bahwa seluruh proses penjaringan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan unsur masyarakat dan pemerintah desa. Total panitia berjumlah sembilan orang, terdiri dari lima perwakilan masyarakat dan empat dari unsur pemerintah desa.
“Komposisi ini kami susun agar prosesnya transparan dan bisa dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Memasuki pertengahan masa pendaftaran tahap pertama, persaingan mulai terlihat. Tiga bakal calon telah resmi mendaftarkan diri, yakni Mohammad Anang Bahrudin pada 2 April 2026, disusul Zainal Abidin pada 16 April 2026, serta H. Abdul Rozaq pada 17 April 2026.
Dalam pelaksanaan pemilihan nanti, panitia menetapkan sistem satu kepala keluarga (KK) satu suara. Hingga kini, jumlah pemilih yang telah terdata mencapai 742 KK yang tersebar di tiga dusun, yakni Dusun Parengan, Dusun Meranten, dan Dusun Ngowok.
Panitia berharap seluruh tahapan berjalan lancar dengan partisipasi masyarakat yang tinggi, sehingga pelaksanaan pemilihan berlangsung aman, tertib, dan demokratis.
Di tengah menghangatnya kontestasi, nama H. Abdul Rozaq menjadi salah satu figur yang menarik perhatian. Ia dikenal sebagai sosok muda, aktif, dan memiliki rekam jejak organisasi yang cukup panjang.
Perjalanan kepemimpinannya dimulai dari organisasi pelajar IPPNU Ranting Lebaksari, kemudian berlanjut saat dipercaya memimpin Karang Taruna desa. Kiprahnya semakin berkembang ketika menempuh pendidikan di IAIN Sunan Ampel Surabaya, dengan sejumlah posisi strategis yang pernah diemban, mulai dari Ketua Komisariat PMII Syariah, Sekretaris Cabang PMII Surabaya Selatan, hingga Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Tak hanya itu, ia juga pernah menjadi Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Bojonegoro se-Indonesia, yang memperluas jejaring serta pengalamannya dalam menghimpun aspirasi generasi muda.
Saat ini, Abdul Rozaq juga aktif sebagai Ketua Ansor Ranting Lebaksari, sekaligus menekuni dunia usaha sebagai wirausahawan.
Dalam kontestasi ini, ia mengusung visi “Mewujudkan Desa Lebaksari yang Bersatu, Adil, dan Makmur”. Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh kehidupan sosial masyarakat.
“Desa yang maju bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga tentang kebersamaan dan kesejahteraan warganya,” ujarnya, H. Abdul Rozaq Jumat (17/4/2026).
Untuk mewujudkan visi tersebut, ia menyiapkan sejumlah misi, di antaranya pembangunan infrastruktur yang masih tertinggal, penguatan persatuan masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan.
Yang menarik, Abdul Rozaq juga menawarkan program unggulan berupa komitmen mengembalikan 50 persen hasil bengkok kepala desa kepada masyarakat. Komitmen tersebut bahkan akan dituangkan dalam pernyataan resmi di atas materai.
Program tersebut dibagi dalam tiga fokus utama, yakni 50 persen untuk pemeliharaan infrastruktur dan dukungan lembaga desa, 25 persen untuk pengembangan SDM, sosial dan keagamaan, serta 25 persen untuk masyarakat ekonomi rentan, seperti anak yatim piatu, janda kurang mampu, hingga keluarga fakir dan miskin.
Dengan gagasan tersebut, Abdul Rozaq berharap dapat menghadirkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, adil, dan berpihak kepada masyarakat.
“Ini bukan sekadar janji, tapi komitmen nyata untuk kemajuan Desa Lebaksari,” pungkasnya.







