BOJONEGORO– Pasar murah subsidi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) yang digelar tak jauh dari pasar tradisional di Desa Kapas – Bojonegoro menuai tanggapan negatif dari pedagang setempat.
Menurunnya pembeli di pasar tradisional saat adanya pasar murah, menjadikan faktor utama permasalahan, dikarenakan harga sembako jelas lebih murah serta lokasi kegiatan berdekatan hanya 100 meteran.
Kasipah, pedagang kebutuhan pokok pasar tradisional Kapas menangapi, adanya pasar murah seharusnya berkordinasi kepada pedagang terlebih dahulu.
“Berpengaruh, soalnya harga yang ditawarkan sudah disubsidi dan juga tempatnya sangat berdekatan dengan pasar tradisional, otomatis masyarakat lebih memilih membeli disana,” ujar Kasipah.
Kaspiah berpesan, seharusnya kegiatan seperti itu diadakan jauh dari pasar tradisional agar tidak menjadi kompetitor.
“Pasar murah harusnya jangan di dekat pasar tradisional agar tidak kelihatan jadi konpetitor,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Pasar, Adi pernomo menyampaikan, kegiatan tersebut mendadak, pemberitahuan dari pemerintah desa setempat baru disampaikan sekitar pukul 09.30 WIB.
“Kemaren itu mendadak mas, saya diberi tahu oleh Pemdes, selanjutnya saya sampaikan kepada para pedagang,” pungkas Purnomo.(Hil)











