BOJONEGORO – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2026, aparat kepolisian di Bojonegoro mulai melakukan penyisiran gereja.
Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan total bagi jemaah yang hendak menjalankan ibadah Natal.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah personel dari Satuan Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) Polres Bojonegoro menyisir sejumlah Gereja menggunakan metal detector dan inspector mirror. Petugas memeriksa kolong kursi, mimbar, hingga sudut-sudut tersembunyi di area gereja.
Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, melalui Kabag Ops Kompol Sujono, menegaskan langkah ini merupakan prosedur tetap (Protap) untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan di rumah ibadah.
“Sterilisasi ini kami lakukan dengan menyisir setiap ruang dan sudut gereja. Tujuannya satu, mendeteksi kemungkinan adanya benda berbahaya atau bahan peledak yang bisa mengancam keselamatan jemaat,” ujar Kompol Sujono, Rabu (17/12/2025).
Penyisiran ini bukan sekadar formalitas. Petugas ingin memastikan bahwa saat jemaat melangkahkan kaki ke dalam gereja, mereka tidak lagi dibayangi rasa khawatir. Setelah area dinyatakan steril oleh tim khusus, pengamanan tidak lantas kendor.
Kompol Sujono menambahkan, pihaknya telah menerjunkan personel gabungan dari Polres dan Polsek Bojonegoro Kota untuk berjaga di titik-titik strategis.
“Setelah sterilisasi, pengamanan berlanjut dengan penempatan personel, baik yang berseragam dinas maupun berpakaian preman. Mereka akan berjaga hingga rangkaian ibadah benar-benar tuntas,” imbuhnya.
Aksi preventif ini juga dimaknai sebagai komitmen Polri dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Bumi Angling Dharma. Polisi ingin memastikan hak setiap warga negara untuk beribadah terpenuhi tanpa gangguan.
“Ini adalah misi kemanusiaan. Kami ingin rekan-rekan umat Kristen dapat beribadah dengan khusyuk dan tenang tanpa ada rasa was-was sedikit pun,” pungkas Sujono.
Situasi di sejumlah gereja di kawasan Bojonegoro terpantau kondusif. Koordinasi antara pihak gereja dan kepolisian pun terus diperkuat guna menjaga stabilitas Kamtibmas jelang perayaan hari besar keagamaan.(Hil)







