BOJONEGORO – Keselamatan warga dan keamanan pipa Lapangan Banyu Urip menjadi perhatian khusus ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Hal ini dibahas dalam Sosialisasi Keamanan dan Keselamatan Jalur Pipa Minyak Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris kepada pemangku kepentingan di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (13/12/2023) kemarin.
Kepala Bappeda Kabupten Bojonegoro, M. Anwar Murtadlo menegaskan bahwa sosialisasi ini sangat penting karena Jalur pipa adalah Obyek vital Nasional yang keamanannya merupakan tanggung jawab bersama. Pada kesempatan itu bahkan Murtadlo sempat mengabsen semua perwakilan peserta dan memerintahkan stafnya untuk memastikan kedatangan perwakilan dinas yang belum hadir.
“Semoga apa yang didiskusikan nanti dapat diwujudkan bersama-sama dalam upaya menjaga keamanan jalur pipa minyak di Bojonegoro,” ujarnya.
Murtadlo juga mengucapkan terima kasih kepada EMCL, atas partisipasi dan kolaborasinya dalam pembangunan di kabupaten Bojonegoro. Dia mengajak kepada semua peserta untuk mengikuti acara tersebut hingga selesai, dan berpartisipasi aktif dalam diskusi.
Acara yang bertempat di Ruang Creative Room Lantai 6 Gedung Pemkab Bojonegoro tersebut dihadiri oleh pejabat Pemkab Bojonegoro, perwakilan SKK Migas Jabanusa, EMCL, Pamobvit Polda Jatim, Bappeda Bojonegoro, Dinas PU Bina Marga, Dinas PU Cipta Karya, Dinas PU SDA, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, DPM PD, Perum Perhutani, BBWS, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PDAM, PLN, BKPH Clangap, BKPH Tengger dan perwakilan PT Telkom.
Sementara itu perwakilan SKK Migas, Ami Herawati dalam sambutanya menyampaikan, bahwa tujuan sosialisasi untuk menjalin komunikasi dan silaturahim dengan dengan lembaga pemerintah ataupun Lembaga lainnya terkait dengan keselamatan jalur pipa di Bojonegoro. Pada kesempatan tersebut Ami juga mengajak lembaga pemerintah bersama-sama ikut menjaga fasilitas vital negara yaitu jalur pipa minyak Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris.
“Kami berharap mendapat masukan dan saran kemudian mendiskusikan masalah yang terjadi di lapangan,” ungkap Ami.
Dia juga menyampaikan harapan agar setia persoalan di lapangan bisa diselesaikan dengan pemahaman yang sama. Dia berharap semua peserta diskusi mengetahui langkah kongkrit yang bisa dilaksanakan bersama sesuai dengan kewenangan masing-masing untuk menjaga jalur pipa. Secara khusus Ami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro atas segala dukungan penuh yang telah diberikan kepada SKK Migas dan EMCL.
Diskusi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi penting dari Tim Humas dan Tim Pengamanan EMCL. Diawali oleh External Affairs EMCL, Beta Wicaksono memaparkan materi sekilas Lapangan Banyu Urip dan kegiatan EMCL.
Dalam pemaparannya Beta menyampaikan bahwa dukungan dari pemangku kepentingan di Bojonegoro sangat penting dalam mewujudkan keselamatan dan keamanan jalur pipa. Penyampaian materi berikutnya tentang program pengamanan jalur pipa oleh IPDA Sukma Irawan dari perwakilan PAMOBVIT POLDA Jatim dan Gita M. B. dari Tim Security EMCL. Sementara perwakilan EMCL lainnya, Feni K Indiharti menyampaikan Materi Pedoman Keselamatan dan Keamanan Jalur Pipa.
Mengenai keselamatan dan keamanana jalur pipa, Feni menjelaskan bahwa koridor 12 meter jalur pipa harus steril dari pembakaran, bangunan, pohon berakar keras, maupun aktifitas yang berpotensi berbahaya. Pipa minyak dari Lapangan Banyu Urip pada kondisi normal ditanam pada kedalaman 1,8 sampai dua meter. Khusus untuk jalur pipa yang menyeberang jalan raya atau sungai ditanam dengan kedalaman dan kontruksi khusus.
Acara sosialisasi dilanjutkan dengan Diskusi dan tanya jawab. Peserta yang hadir antusias dan aktiv bertanya. Seperti perwakilan PDAM Kabupaten bojonegoro, Yasin yang bertanya tentang prosedur berkegiatan di Koridor 12 Meter. PDAM sering melakukan penggalian untuk perbaikan kebocoran jaringan air dan tidak menutup kemungkinan kebocoranya berada di Koridor 12 Meter Jalur pipa minyak Lapangan Banyu Urip.
“Acara ini sangat penting dan mencerahkan bagi kami yang merupakan salah satu pihak yang berpotensi bersinggungan dengan Jalur Pipa,” cetus Yasin.
Setelah diskusi dan tanya jawab, acara kemudian diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama menjaga integritas jalur pipa dan melaksanakan pedoman keselamatan dan keamanan di jalur pipa.(ric/red)







