Jaga Kondusifitas, FKUB Bojonegoro Gelar Seminar Pemuda Lintas Agama

judul gambar

BOJONEGORO – Untuk menjaga kondusifitas masyarakat khususnya masyarakat di Kabupaten Bojonegoro, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Bojonegoro menggelar Seminar Pemuda Lintas Agama, Selasa (12/12/2023).

Seminar Pemuda Lintas Agama yang digelar oleh FKUB Bojonegoro bertempat di Hotel dan Resto MCM Bojonegoro kali ini mengangkat tema Merawat Kerukunan Beragama Demi Terciptanya Situasi Yang Kondusif Di Kabupaten Bojonegoro.

Bacaan Lainnya
judul gambar

Acara Seminar yang dibuka oleh Tamam Syaifudin selaku Ketua FKUB Bojonegoro kali ini mengundang para tokoh kepemudaan yang berada di Kabupaten Bojonegoro dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten.

Selain itu, dalam Seminar ini juga dihadiri tokoh pemuda lintas Agama dan Kepala Kesbangpol Kabupaten Bojonegoro.

Ketua FKUB Bojonegoro, Tamam Syaifudin menyampaikan bahwa Seminar Pemuda Lintas Agama ini diadakan agar tercipta kerukunan di Kabupaten Bojonegoro.

“Kita mengetahui sekarang ini kita akan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu). Didalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang, kami berharap tercipta kerukunan di masyarakat khususnya masyarakat Bojonegoro”, tutur Taman Syaifudin.

Masih menurut Tamam Syaifudin bahwa banyaknya Partai Politik (Parpol) yang menjadi kontestan Pemilu kali ini, maka tidak menjadikan permasalahan diantara kita.

“Sebagai generasi penerus bangsa, dalam hal ini para pemuda yang berasal dari lintas Agama harus aktif dalam merawat kerukunan umat beragama Kabupaten Bojonegoro”, ucap Ketua FKUB Bojonegoro.

Sementara itu, Mahmudi, Kepala Kesbangpol Bojonegoro memberikan apresiasi dengan adanya kegiatan Seminar yang diadakan oleh FKUB Bojonegoro.

“Apresiasi itu dikarenakan dalam Seminar ini, FKUB Bojonegoro mengundang para pemuda lintas agama untuk berdiskusi tentang cara cara merawat kerukunan beragama di Kabupaten Bojonegoro”, kata Mahmudi.

Menurutnya bahwa kegiatan diskusi pemuda lintas agama ini harus dilakukan dan kami dalam hal ini Kesbangpol Kabupaten Bojonegoro akan siap mengawal.

“Menjelang Pemilu 2024 mendatang suhu politik akan semakin memanas. Untuk itu, peran tokoh agama sangat diperlukan supaya tidak terjadi konflik”, ungkap Mahmudi.

Untuk diketahui bersama bahwa dalam Seminar ini juga dilakukan diskusi. Dalam diskusi itu, FKUB mengundang dua narasumber yang berkompeten untuk memberikan pemahaman tentang tata cara menjaga kerukunan beragama demi tercipta situasi yang kondusif di Bojonegoro.(pur/red)

Pos terkait

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *