Bojonegoro – Pasca gelaran Jagong Budaya, pihak Kelompok Kerja Kebudayaan Bojonegoro bakal menindaklanjuti dengan menyiapkan dokumen rekomendasi.
“Kita segera gelar pertemuan internal berdasarkan masukan dari kegiatan Jagong Budaya 2023,” jelas Wahyu Subakdiono, selaku Ketua Kelompok Kerja Kebudayaan Bojonegoro.
Selain berdasarkan masukan dalam kegiatan Jagong Budaya, sejumlah dasar lain juga akan jadi bahan rekomendasi. Diantaranya dari kegiatan-kegiatan yang pernah dilakukan.
“Sekaligus memberikan masukan kepada pemerintah berkaitan peta kebudayaan di Bojonegoro,” tambahnya.
Arus utama dalam rekomendasi tersebut akan mengangkat kebudayaan dalam sektor pendidikan, kesenian, ekonomi, dan tradisi atau kultur.
“Rekomendasi kali ini lebih fokus dan dipilah berdasarkan kemungkinan realisasi di jangka pendek, yakni untuk tahun 2024 mendatang,” pungkasnya.
Sebelumnya, dalam Jagong Budaya 2023 yang digelar pada akhir pekan lalu (14/10/2023) itu sejumlah narasumber yang dihadirkan telah sedikit memaparkan apa yang telah dilakukan.
Sementara audiens yang hadir dan memberikan sumbangsihnya, lebih pada harapan adanya intervensi dari stakeholder untuk dapat menghidupkan geliat seni budaya.
“Yang utama adalah mengenai bagaimana caranya agar Bojonegoro ini lebih dikenal luas, sehingga mereka mau datang. Yakni dengan menyusun peta kebudayaan,” pesan Adriyanto, PJ Bupati Bojonegoro yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Sasmito Anggoro selaku Ketua Panitia gelaran kali ini juga menegaskan bahwa Jagong Budaya memang harus menelurkan rekomendasi.
Kelompok Kerja Kebudayaan Bojonegoro sendiri, sejak Tahun 2016 telah secara konsisten melakukan serangkaian kegiatan guna memetakan aset kebudayaan di Bojonegoro.
Mulai dari Jelajah Budaya, Medang Sore Sore, hingga Jagong Budaya. Bahkan seluruh anggotanya juga aktif di elemen-elemen formal yang berkaitan dengan seni dan budaya di Kabupaten Bojonegoro.(pur/red)







