Jelang Pentas Seni Taksih Merdeka, Seniman Berbagai Kota Siap Tampil

judul gambar

Bojonegoro – Sejak menempati sebuah kios di kompleks pertokoan Taman Rajekwesi akhir Juni lalu, tercatat sudah beberapa kali (ct) Dewan Kesenian Bojonegoro menggelar kegiatan bernuansa kesenian. Tak lain tak bukan, kegiatan kesenian tersebut juga sebagai ajang perkenalan kepada publik. “Bulan lalu ada Sastra Loka dan bulan ini ada Pentas Seni bertajuk Taksih Merdeka. Sekaligus meramaikan Taman Rajekwesi,” jelas Ramon Pareno, selaku Ketua Umum (ct) Dewan Kesenian Bojonegoro.

Untuk Pentas Seni Taksih Merdeka, pihaknya mengaku telah mendapat konfirmasi dari sejumlah seniman untuk dapat menyuguhkan penampilannya. Meski semua bersifat sukarela, ternyata geliat kesenian yang dipercikkan juga mendapat perhatian dari kalangan pengusaha. Salah satunya adalah pemilik resto kuliner Dapoer Kokem yang mengkhususkan diri di menu ayam geprek. “Kami mendukung gerakan-gerakan kesenian yang berbasis generasi muda seperti ini,” ujar Dika, selaku profesional marketing dari Dapoer Kokem.

Bacaan Lainnya
judul gambar

Rencananya, pada 19 Agustus mendatang sejumlah seniman dari luar kota akan turut memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun ke 78 Kemerdekaan Republik Indonesia. Diantaranya adalah kolaborasi live painting antara seniman Bojonegoro, Nganjuk dan Tuban. Selain itu juga akan dimeriahkan dengan penampilan musik etnik dari Rengel Tuban dan kesenian Hadrah dari TPQ Al Hijrah Bojonegoro. “Kami mengundang juga para pelajar, rencananya ada musikalisasi puisi dari pelajar SMA Negeri Model Terpadu,” kata Yuli Setyanto, Komite Seni Musik.

Dari bidang sastra, rombongan sanggar Rumah Ilalang juga akan tampil dengan pembacaan puisi tematik. Penampilan mereka juga bakal diwarnai oleh sastrawan gaek Wahyu Subakdiono. Kegiatan utama dari Pentas Seni Taksih Merdeka adalah berupa pencatatan rekor Bojonegoro berupa seni instalasi interaksi yang melibatkan hampir seribu orang. “Bentuknya adalah origami burung, jumlahnya sementara 10.125 burung. Semua burung kertas akan digantung di atap-atap pertokoan,” tambah Eko Peye, dari Komite Seni Rupa.

Pihak (ct) Dewan Kesenian Bojonegoro berharap, dari kegiatan kecil yang dilakukan dapat memberi motivasi yang cukup untuk memberi sentuhan kesenian dalam setiap sendi pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. (pur/red)

Pos terkait

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *