Tuban – Salah satu kunci keberhasilan sebuah Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) adalah dengan melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) secara rutin ke lokasi program.
Senior Manager Relations Regional 4 Subholding Upstream Pertamina melakukan kunjungan lapang ke program PPM PT Pertamina EP Sukowati Field di Desa Rahayu, Soko, Tuban pada beberapa waktu lalu. Dan program yang dikunjungi diantaranya adalah program Air Bersih, Taman Ramah Lansia dan Rumah Kompos.
Dalam kunjungannya Senior Manager Relations Regional 4 ibu Fitri Erica menyampaikan harapannya agar program yang telah dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang luas kepada masyarakat khususnya lansia, produk yang dihasilkan berupa minuman olahan bunga telang ini salah satu bentuk produktivitas lansia di Desa Rahayu ini,” jelasnya ketika melihat produk minuman telang buatan kelompok lansia.
Taman Ramah Lansia yang juga dilengkapi dengan sarana olahraga yang berada di Desa Rahayu, Soko, Tuban, memberikan kesempatan kepada masyarakat sebagai ruang interaksi antar warga sehingga terbentuk forum sosial baru ditengah masyarakat.

Pemerintah Desa Rahayu dalam hal ini Kepala Desa, Imam Lughuzali mengatakan masyarakat sekitar sangat merasakan manfaat yang cukup besar dari program PPM PT Pertamina EP Sukowati Field ini.
Menurutnya, program yang telah dilaksanakan ini diharapkan mampu berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan pendapatan bagi warga Desa Rahayu.
“Program yang sudah diberikan oleh Pertamina EP di Desa Rahayu sangat bermanfaat, mulai dari taman lansia, ada juga pertanian organik yang baru minggu lalu diadakan pelatihan diharapkan terus dilakukan pendampingan sehingga program ini akan sukses dan berdampak langsung kepada masyarakat kami” ungkapnya.
Selain itu pihaknya juga menyampaikan, penduduk desa Rahayu yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani memerlukan program yang mampu menjawab permasalahan petani saat ini. Diantara permasalahan petani saat ini adanya kelangkaan pupuk dan kerusakan lahan yang rentan menyebabkan gagal panen, salah satunya dengan melakukan migrasi pertanian ke organik dirasa mampu menurunkan potensi kegagalan panen oleh petani dikarenakan dapat memperbaiki lahan tanpa menggunakan pupuk kimia.
“Program pertanian organik yang diberikan oleh Pertamina EP kepada kami adalah hal yang tepat, kami telah melihat pada saat pelatihan kemaren, betapa “kritis” nya lahan pertanian kami karena pola pertanian yang kurang tepat selama ini,” ucap salah satu kelompok tani Desa Rahayu.
Dalam kegiatan monitoring ini, warga Desa Rahayu berharap program kemasyarakatan untuk selalu dilakukan sehingga manfaat perusahaan di Desa Rahayu terlihat oleh warga.
Sementara itu, Manager Sukowati Field Totok Parafianto, melalui Public Relations Eko Yudha Prawira yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan jika PT Pertamina EP Sukowati Field berkomitmen untuk terus memberikan manfaat melalui program CSR sebagai kewajiban perusahaan.
“Diharapkan adanya program CSR ini dapat memperkuat hubungan baik antar warga dan perusahaan,” pungkasnya. (ric/red)







