Reporter : Rico Akbar Ardiansyah
Mediapantura.com, Bojonegoro – Bertempat di master point area Jambaran East (JE) di Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, operator Pertamina EP Cepu (PEPC) melakukan kegiatan simulasi dampak gas Hidrogen Sulfida (H2S), Selasa (28/06/2022) pagi.
Dimana semua karyawan sumur gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang berada di JE di kumpulkan dengan melibatkan petugas penyelamatan, petugas medis dan satu unit kendaraan mobil ambulan.
Diawali suara bunyi sirine kegiatan di mulai dengan petugas penyelamat langsung berlari mendatangi korban di sekitar sumur, kemudian membawa korban ke petugas medis untuk menerima perawatan dan menaikkan korban ke dalam ambulan dan di larikan ke rumah sakit.
Sosec Drilling PEPC, Andi Yulius Widianto dalam kegiatan tersebut menyampaikan di JE pihaknya telah menyediakan dua lokasi aman (master point) yang lokasinya berada di luar area kerja yakni di sisi bagian utara lokasi dan sisi selatan.
“Semua karyawan baik kontraktor maupun subkontraktor segera menyelamatkan diri dengan berlari menghindari arah angin dan berkumpul ke master point yang ada jika mendengar tanda bahaya (sirine),” jelasnya.
Selain itu pihaknya telah menyiapkan petunjuk arah angin (Windsock) yang terpasang di sekitar area lokasi kerja, dan itu dapat mempermudah pekerja dalam menyelamatkan diri.
“Intinya jika terjadi kebocoran H2S karyawan tidak boleh panik, dan segera berlari menghindari arah angin menuju master point,” terangnya.
Dia juga menambahkan jika kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Open BPV atau buka sumur. (Rico/Red)






