Reporter: Ahmad Fauzi
mediapantura.com, Tuban – Dalam Rangka upaya meningkatkan keterampilan Merajut pihak Yayasan Sri Sasanti Bersama Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) menggelar program PRIMA (Perempuan Indonesia Merajut) di Dua Kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro dan Tuban tepatnya di Balai Desa Mentoro kecamatan Soko dan Desa Pungpungan Kecamatan Kalitidu.
Pembukaan acara di laksanakan terlebih dahulu di Desa Mentoro kecamatan Soko yang di hadiri oleh Deskoperindag dan UMKM Kabupaten Tuban, Perwakilan Exxon mobil Cepu limited Hasti Asih, Perwakilan Kecamatan Soko Sri Batun dan Kepala Desa Mentoro Padiran , Jum’at (27/05/2022).
Perwakilan EMCL Hasti Asih menuturkan bahwa program Prima ( perempuan Indonesia Merajut ) yang bekerjasama dengan Sri Sasanti Indonesia akan melatih merajut kepada perwakilan ibu-ibu yang ada di beberapa desa di kabupaten Tuban dan Bojonegoro.
Dia juga mengajak para peserta untuk betul-betul memanfaatkan program PRIMA( Perempuan Merajut Indonesia) ini agar nantinya para ibu-ibu yang ada di desa mentoro dan Pungpungan bisa menjadi wirausaha baru dan menambah perekonomian keluarga melalui usaha merajut.
“Ini adalah salah satu bentuk komitmen EMCL dalam membantu meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkas Hasti.
Perwakilan Deskoperindag Nindya mengapresiasi pihak ExxonmobilCepuLimited ( EMCL) bersama Sri Sasanti Indonesia yang sudah memberikan program Prima ( Perempuan Merajut Indonesia ) di kabupaten Tuban yang selalu di laksanakan setiap tahun di beberapa desa di kabupaten Tuban.
” semoga dengan adanya program pelatihan Sekaligus pendampingan pasar bisa membantu ekonomi masyarakat apa lagi di tengah era pemulihan ekonomi pasca Pandemi Covid-19.
Hal Senada juga di ungkapkan oleh Kepala Desa Mentoro Padiran yang juga mengucapkan Terimakasih kepada Pihak ExxonmobilCepuLimited ( EMCL) dan Sri Sasanti Indonesia yang memberikan kesempatan kepada ibu-ibu desa mentoro untuk di latih mengenai Merajut.
Semoga dengan adanya pelatihan merajut ini nantinya bisa di tularkan ilmunya kepada masyarakat khususnya ibu-ibu yang belum mengikuti pelatihan ini. (af/red)






