Mediapantura.com, Yogyakarta – Kebesaran nama Pangeran Sambernyawa yang memiliki nama kecil Raden Mas (RM) Said begitu membekas bagi masyarakat Gunung Kidul khususnya masyarakat Kecamatan Ngawen.
Jasa Pangeran Sambernyawa dalam memperjuangkan bangsa ini dari penjajah Belanda tak bisa kita ragukan lagi bagaimana beliau menjadi panglima perang yang disegani para penjajah, Hal tersebut karena konon kedatangan Pangeran Sambernyawa dimedan pertempuran dikenal sebagai pembawa kematian bagi penjajah.
Setelah hubungan RM.Said dengan Sunan Pakubuwono III Raja Keraton Surakarta terpecah Pangeran Sambernyawa mendirikan praja Mangkunegaran yang selanjutnya bergelar KGPAA.Mangkunegaran I.
Dalam perjalanan jejak sejarah Pangeran Sambernyawa nama Gunung Gambar tentu sudah tidak asing lagi mengingat tempat tersebut konon menjadi tempat bertapa dan membuat strategi perang melawan penjajah Belanda.
Gunung Gambar sendiri untuk saat ini masuk diwilayah Desa Wonosari Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta.
Nama gunung gambar tersebut diambil dari jejak sejarah Pangeran Sambernyawa yang dulunya diperbukitan tersebut beliau sering menggambar strategi perang diatas batu sehingga masyarakat mengenal daerah gunung atau perbukitan tersebut dengan nama Gunung Gambar.
Konon kedatangan RM.Said atau Pangeran Sambernyawa Ketempat tersebut adalah untuk bertemu Ki Demang Singodikoro dengan tujuan untuk meminta bantuan, Namun setelah bertemu dengan Ki Demang Singodikoro Pangeran Sambernyawa diminta untuk bertapa di gunung tersebut.
Selain itu Gunung Gambar juga mempunyai sisi historis yang luar biasa selain menjadi tempat bertapa Pangeran Sambernyawa disitu konon juga tempat Moksanya Ki gading emas putra dari prabu Brawijaya V.
Hingga saat ini Gunung Gambar menjadi saksi bisu sejarah besar Perjuangan dan perlawanan Pangeran Sambernyawa terhadap para penjajah Belanda.
Semangat perjuangan yang dikobarkan pangeran sambernyawa sangat membekas bagi masyarakat hingga sampai saat ini.(Den/Red)






