Ketersediaan Pupuk Subsidi di Dander Aman, Penyaluran di UD Usaha Tani Tembus 62 Persen

judul gambar

BOJONEGORO – Ketersediaan pupuk subsidi untuk petani di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro dipastikan masih aman selama musim tanam 2026. Penyaluran pupuk di kios UD Usaha Tani juga disebut telah melampaui target distribusi yang ditetapkan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Berdasarkan data penyaluran Januari–Desember 2026, total alokasi pupuk subsidi di kios tersebut mencapai 325,3 ton. Jumlah itu terdiri dari pupuk Urea sebanyak 149,4 ton, NPK Phonska 145,9 ton, dan Organik Granul 30,5 ton yang disalurkan untuk enam kelompok tani.

Bacaan Lainnya
judul gambar

Pemilik Kios Pupuk UD Usaha Tani, Rifaun Naim mengatakan distribusi pupuk hingga pertengahan Mei 2026 berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kebutuhan petani, menurutnya, masih dapat terpenuhi dengan baik.

“Distribusi pupuk sampai saat ini berjalan stabil dan aman. Kebutuhan petani masih bisa terpenuhi,” kata Naim, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, realisasi distribusi pupuk di wilayah tersebut telah mencapai lebih dari 62 persen. Angka itu melampaui target penyaluran dari PT Pupuk Indonesia yang ditetapkan sebesar 60 persen pada periode yang sama.

Dari seluruh jenis pupuk yang disalurkan, NPK Phonska menjadi pupuk dengan tingkat penebusan tertinggi mencapai 63 persen. Sedangkan pupuk Urea terealisasi 62,9 persen dan Organik Granul sebesar 55,8 persen.

“Target PI 60 persen, sedangkan realisasi distribusi UD Usaha Tani sudah mencapai lebih dari 62 persen,” ujarnya.

Selain distribusi manual, penebusan pupuk subsidi juga dilakukan melalui aplikasi i-Pubers atau Integrasi Pupuk Bersubsidi. Sistem digital tersebut digunakan untuk mempermudah petani dalam melakukan penebusan pupuk secara cepat dan transparan.

Sementara itu, stok pupuk subsidi di Kabupaten Bojonegoro juga masih tersedia dalam jumlah besar. Berdasarkan data per 13 Mei 2026, total stok pupuk subsidi di Bojonegoro mencapai 5.906 ton.

Rinciannya meliputi pupuk Urea sebanyak 2.673 ton, NPK Phonska 2.969 ton, dan Organik Petroganik 264 ton.

Sedangkan secara regional, Pupuk Indonesia mencatat stok pupuk subsidi di Jawa Timur mencapai 129.588 ton. Jumlah tersebut terdiri dari Urea 99.917 ton, NPK Phonska 23.036 ton, ZA 1.454 ton, Organik Petroganik 4.663 ton, serta SP-36 sebanyak 518 ton.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, M. Ali Irtadho menyebut petani di wilayahnya sejauh ini tidak mengalami kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. Menurutnya, stok pupuk di tingkat kios masih mencukupi kebutuhan petani selama masa tanam.

“Distribusi berjalan lancar dan stok pupuk masih aman. Data penyaluran juga sesuai antara alokasi, penebusan, dan sisa stok,” kata Ali.

Ia menilai kemudahan penebusan pupuk subsidi serta penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) sejak Oktober 2025 ikut membantu petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk untuk pertanian mereka.(*)

Pos terkait

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *