Bojonegoro – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Abu Syukur, KH Asfiror Ridhwan, wafat pada Selasa pagi dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar pesantren, masyarakat Desa Payaman, serta para santri dan alumni. Kabar kepergian ulama kharismatik tersebut cepat menyebar di wilayah Kecamatan Ngraho, membuat ratusan pelayat berdatangan ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.
Kapolsek Ngraho, IPTU Sutaryanto, hadir dalam takziah sebagai bentuk belasungkawa dan penghormatan. Ia menyampaikan duka mendalam atas kepergian sosok yang selama ini menjadi panutan masyarakat.
“Kami atas nama Polsek Ngraho dan seluruh jajaran ikut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya KH Asfiror Ridhwan sebagai Pengasuh Ponpes Abu Syukur dan tokoh agama di Kecamatan Ngraho,” ujarnya kepada awak media, Selasa (9/12/2025).
Ia menambahkan bahwa almarhum dikenal sangat baik serta dihormati oleh para kiai, ulama, dan Nahdlatul Ulama (NU).
Takziah juga dihadiri Camat Ngraho beserta staf kecamatan, para kepala desa, tokoh agama se-Kecamatan Ngraho, serta warga dari berbagai desa. Ratusan santri dan alumni Pondok Pesantren Abu Syukur turut memadati area kediaman almarhum untuk mendoakan beliau.
Kehadiran mereka menunjukkan besarnya pengaruh KH Asfiror Ridhwan dalam dunia pendidikan pesantren dan pembinaan keagamaan di wilayah tersebut.
Suasana duka menyelimuti lingkungan pesantren sejak pagi. Para santri yang selama ini dibimbing langsung oleh almarhum tampak mengikuti prosesi doa dengan penuh haru. Sosok KH Asfiror Ridhwan dikenal sebagai pendidik yang lembut, bersahaja, serta menjadi teladan bagi santri dan masyarakat, sehingga kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi banyak pihak. (AS/Red)







