Bojonegoro – Operasi penertiban yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bojonegoro bersama personel TNI dan Polri pada Senin malam (1/12) kembali membongkar praktik pelanggaran ketertiban di sejumlah rumah kos dan warung remang-remang. Tiga pasang muda-mudi terciduk saat tengah berduaan di dalam kamar tanpa ikatan pernikahan.
Razia yang digelar menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 itu menyasar beberapa titik yang selama ini dikeluhkan warga sebagai lokasi rawan aktivitas tak terpantau. Dalam penyisiran di beberapa rumah kos, petugas mendapati tiga pasangan yang tidak memiliki hubungan sah bersembunyi di dalam kamar.
Mereka langsung diamankan tanpa perlawanan dan digelandang ke markas Satpol PP untuk didata serta dimintai keterangan.
Data Pasangan yang Diamankan
FF (21) warga Tegalrejo, Yogyakarta, bersama H (20) asal Gunungkidul.
RPAP (32) warga Bugul Kidul, Pasuruan, bersama SZ (45) dari Kecamatan Kapas, Bojonegoro.
NE (26) asal Kasiman, Bojonegoro, bersama MS (26) warga Kapas.
(Petugas juga mencatat keberadaan MSR (18), diduga bagian dari rombongan yang ikut diamankan.)
Setibanya di kantor Satpol PP, seluruhnya menjalani pemeriksaan administratif dan diberi penegasan terkait sanksi yang akan dijatuhkan sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro.
Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP, Arief Nanang, kepada wartawan pada Selasa (2/12/2025) menuturkan bahwa razia tersebut bagian dari instruksi pemerintah pusat dan Forkopimda untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi masa libur akhir tahun.
“Ini bukan operasi spontan. Kami bergerak sesuai arahan Mendagri dan Forkopimda agar situasi menjelang Nataru tetap kondusif. Penegakan Perda adalah tugas kami untuk melindungi masyarakat,” tegasnya.
Arief Nanang menambahkan, operasi serupa tidak akan berhenti sampai di sini. Intensitas patroli akan diperkuat dengan melibatkan lebih banyak unsur keamanan.
“Kami tingkatkan razia hingga akhir tahun. Harapannya Bojonegoro tetap aman dan bersih dari potensi pelanggaran. Tidak ada ruang bagi aktivitas asusila di Bumi Angling Dharma,” ujarnya menandaskan.(ror)










