Tulungagung – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam Pameran Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digelar pada rangkaian Hari Ulang Tahun pertama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (Kemenimipas RI), Lapas Bojonegoro meraih peringkat pertama kategori “Inovasi Produk Terbaik”.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Drs. Mashudi, pada acara yang berlangsung di Tulungagung, Minggu (23/11/23). Capaian tersebut memperkuat komitmen Lapas Bojonegoro dalam mengembangkan pembinaan kemandirian berbasis UMKM untuk warga binaan.
Pada pameran nasional tersebut, Lapas Bojonegoro menampilkan dua produk unggulan, yakni Batik motif khas Bojonegoro dan Minuman Herbal “Herbisae”. Keduanya dinilai mampu memenuhi aspek inovasi, nilai ekonomis, serta kualitas produksi.
Produk herbal “Herbisae” menjadi salah satu daya tarik utama berkat pengembangan rasa baru dan desain kemasan yang lebih modern. Sementara itu, batik warga binaan menonjol melalui motif-motif tematik yang terinspirasi dari kekayaan budaya Bojonegoro serta teknik pewarnaan yang semakin variatif.
Kepala Lapas Bojonegoro Hari Winarca, menyambut penghargaan ini dengan penuh syukur. Ia menyampaikan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran, terutama Seksi Kegiatan Kerja yang fokus mengembangkan berbagai produk UMKM di dalam Lapas.
“Kami sangat bersyukur karena inovasi Batik dan Minuman Herbal ‘Herbisae’ diakui sebagai yang terbaik secara nasional. Ini menjadi bukti bahwa warga binaan memiliki potensi besar ketika diberikan ruang dan pembinaan yang tepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, penghargaan ini menjadi motivasi untuk semakin memperkuat program pembinaan, “Lapas adalah tempat pembinaan, bukan pemidanaan. Kami ingin warga binaan memiliki kemampuan nyata untuk berwirausaha setelah kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Keberhasilan Lapas Bojonegoro dalam ajang nasional ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Lapas lainnya untuk terus mengembangkan program pembinaan berbasis UMKM secara berkelanjutan. Produk kreatif seperti batik dan minuman herbal dinilai efektif membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan.
Prestasi ini sekaligus mempertegas peran Lapas Bojonegoro sebagai salah satu lembaga pemasyarakatan yang berhasil memadukan pembinaan, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi warga binaan secara nyata. (RBU/*).











