Festival Nglaras Jagad Ngloram ke-4 Tahun 2025: Menyelaraskan Tradisi, Menyalakan Cahaya Peradaban Lwaram

judul gambar

Blora — Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora kembali menjadi pusat perhatian publik dengan terselenggaranya Festival Nglaras Jagad Ngloram ke-4 Tahun 2025, yang digelar mulai 17 hingga 19 Oktober 2025 di kawasan Cagar Budaya Situs Ngloram. Festival tahunan ini menjadi simbol kebangkitan kesadaran budaya dan spiritual masyarakat setempat dalam merawat warisan leluhur Lwaram.

WARISAN LELUHUR YANG HIDUP DI TENGAH MASYARAKAT
Festival Nglaras Jagad lahir dari semangat masyarakat Ngloram untuk menjaga kesinambungan tradisi leluhur yang diyakini sebagai sumber nilai dan kekuatan kehidupan. “Nglaras Jagad” sendiri bermakna menyelaraskan kehidupan dengan semesta, menjadi pesan utama bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi panduan untuk masa depan.

Bacaan Lainnya
judul gambar

Kawasan Situs Ngloram, yang dipercaya sebagai salah satu peninggalan peradaban kuno di Blora bagian timur, kini tidak hanya berfungsi sebagai situs arkeologi, tetapi juga menjadi ruang hidup kebudayaan masyarakat. Melalui festival ini, masyarakat diajak untuk kembali menyatu dengan nilai-nilai luhur yang mengajarkan keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

RANGKAIAN KEGIATAN YANG PENUH MAKNA
Tahun ini, rangkaian acara Festival Nglaras Jagad diisi dengan berbagai kegiatan yang menggambarkan kekayaan dan keberagaman budaya lokal. Di antaranya:

– Bazar Sembako Murah, sebagai wujud kepedulian sosial dan gotong royong antarwarga, membantu meringankan kebutuhan masyarakat desa.
– Lomba Pelajar, yang mencakup lomba mewarnai, dolanan tradisional, dan tari kreasi. Kegiatan ini menjadi media edukatif bagi anak-anak untuk mengenal dan mencintai budaya tradisi sejak dini.
– Djagong Budaya – Suluh Kebudayaan Lwaram, forum dialog budaya yang menghadirkan tokoh masyarakat, budayawan, dan generasi muda untuk berbagi pandangan tentang nilai-nilai kehidupan dan identitas lokal.
– Kirab Budaya Banawa Sekar, arak-arakan budaya yang menampilkan kekayaan busana, simbol, dan ritual desa, menggambarkan harmoni antara manusia dan alam.
– Ngaji Budaya, menjadi penutup acara dengan suasana penuh makna spiritual, mengajak seluruh masyarakat untuk merenungi nilai kehidupan, kebersamaan, dan rasa syukur terhadap bumi yang mereka pijak.

DARI WARGA UNTUK WARGA
Kepala Desa Ngloram menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi dan bergotong royong menyukseskan kegiatan ini. Menurutnya, Festival Nglaras Jagad bukan sekadar acara tahunan, tetapi menjadi proses kolektif membangun kesadaran budaya dan memperkuat jati diri masyarakat desa.

“Festival ini adalah wujud rasa syukur dan kebanggaan kami sebagai warga Ngloram. Setiap tahun, kegiatan ini menjadi ruang untuk berkumpul, bergembira, belajar, dan merenung bersama. Kami ingin generasi muda tidak melupakan akar sejarahnya, karena dari sinilah identitas kita tumbuh,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).

Sementara itu, salah satu tokoh budaya lokal, Sutrisno, menambahkan bahwa keberadaan festival ini telah memberikan dampak sosial yang besar, tidak hanya bagi warga desa tetapi juga bagi komunitas kebudayaan di Blora.

“Djagong Budaya dan Ngaji Budaya menjadi momen penting. Di sana kita berbicara tentang nilai kehidupan, ketulusan, dan tanggung jawab manusia menjaga alam. Ngloram bukan sekadar situs, tetapi cermin kehidupan yang mengajarkan keselarasan dan keseimbangan,” jelasnya.

PUSAT SPIRITUALITAS DAN KEBUDAYAAN LWARAM
Dalam beberapa tahun terakhir, Desa Ngloram dikenal sebagai desa cagar budaya yang hidup. Tidak hanya menjaga situs sejarah, tetapi juga menghidupkan kebudayaan sebagai sumber inspirasi pembangunan masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, komunitas seni, dan lembaga kebudayaan seperti Hayat Institute, festival ini terus berkembang menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu.

Semangat “Nglaras Jagad” yang diusung menjadi benang merah seluruh kegiatan: menghidupkan kembali nilai-nilai rukun, seimbang, dan harmoni dalam kehidupan sosial masyarakat. Festival ini juga memperlihatkan bagaimana desa mampu menjadi pusat peradaban baru yang berakar pada tradisi namun terbuka pada inovasi.

MENYALAKAN CAHAYA PERADABAN DARI NGLORAM
Dengan dukungan warga dan komunitas, Festival Nglaras Jagad Ngloram ke-4 tahun ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga gerakan penyadaran spiritual dan sosial. Dari Ngloram, masyarakat belajar bahwa kebudayaan bukan sesuatu yang ditonton, melainkan dijalani dan diwariskan.

“Nglaras Jagad adalah upaya kita untuk kembali menemukan harmoni hidup. Dari desa ini, kita menyalakan cahaya kecil yang menerangi jalan bersama – cahaya yang lahir dari budaya, persaudaraan, dan rasa syukur kepada kehidupan,” tutup Kepala Desa Ngloram.

Dengan semangat itu, Festival Nglaras Jagad Ngloram 2025 menjadi penanda bahwa desa adalah pusat kebudayaan yang hidup, tempat manusia belajar untuk menyatu dengan alam, dengan sesama, dan dengan Tuhan. (Rouf)

Pos terkait

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *