Gresik – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani terus memberikan atensi besar dalam penanganan banjir Kali Lamong. Selain proyek normalisasi dan pengerukan sedimentasi yang terus digencarkan, pemerintah daerah bertahap menyelesaikan saluran drainase di wilayah terdampak banjir tahunan tersebut.
Salah satunya drainase di ruas Jalan Raya Benjeng-Balongpanggang, sekitar Pasar Benjeng. Proyek pemasangan u-ditch itu pada pertengahan Desember 2023 ditarget sudah rampung. Sehingga bisa mengantisipasi dampak banjir saat musim penghujan di akhir dan awal tahun ke depan.
Seperti diketahui, kawasan sekitar Pasar Benjeng menjadi langganan banjir akibat luapan Kali Lamong setiap tahun. Biasanya, air menggenangi wilayah depan kantor Kecamatan Benjeng hingga ke arah Balongpanggang.
“Kalau musim hujan banjirnya waduh luar biasa. Bisa sepinggang,” kata Bupati Gresik kala mengecek proyek, Senin(20/11/2023).
Kini untuk mengantisipasi banjir dan menyambut musim penghujan, Pemkab Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) memasang u-ditch ukuran besar menjadi box culvert agar bisa menampung volume air saat Kali Lamong meluap. Besae harapan banjir yang menjadi momok tahunan itu bisa teratasi.
“Proyek pemasangan box culvert ini untuk antisipasi banjir, pengendalian banjir Kali Lamong. Pemasangan ini dari titik Kantor PLN Benjeng hingga area Pasar Benjeng. Mudah-mudahan bisa mengurangi banjir Kali Lamong,” tandas mantan Ketua DPRD Gresik tersebut.
Informasi yang dihimpun, proyek pembangunan saluran drainase Jalan Raya Benjeng-Balongpanggang sepanjang 1.375 meter. Ukuran u-ditch 1,25×2,0×1,20. Kemudian dilanjut di ruas Benjeng-Metatu, dari sekitar Puskesmas sampai daerah sungai Desa Klampok.
Tidak hanya drainase, sebagai langkah penanggulangan banjir Pemkab Gresik juga melakukan normalisasi Kali Lamong. Langkah ini terbukti bisa mengurangi dampak banjir. Berdasarkan data dari Bidang Sumber Daya Air DPUTR Gresik, progres normalisasi yang sudah dilakukan pemerintah daerah kurang lebih sudah 60 persen.
Ada beberapa titik normalisasi. Titik paling banyak normalisasi di Kecamatan Benjeng, mulai dari Desa Lundo, Bulurejo dan Sedapurklagen. Selain itu, normarlisasi dilakukan di titik Desa Beton dan Boboh Kecamatan Menganti. Kemudian di Desa Jono, Kecamatan Cerme juga sedang berjalan proyek pembangunan tanggul parapet. Lalu Desa Cermen, Kedamean juga normalisasi.(ago/red)







