mediapantura.com, Bojonegoro – Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri yang ada di Kabupaten yang telah berakhir beberapa waktu yang lalu, banyak SMA Negeri yang masih kekurangan Pagu dalam PPDB tahun 2022.
Berdasarkan data, Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Propinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro dan Tuban, dalam PPDB SMA menyiapkan Pagu sebanyak 5.058 yang dibagi dalam 20 SMA Negeri yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
Dari total Pagu tersebut ada sebanyak 314 tidak terisi dalam PPDB SMA Tahun 2022. Untuk SMA Negeri yang berada di Kecamatan Bojonegoro, dari Pagu yang diusulkan ke Kantor Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur dan disetujui semuanya terpenuhi.
“Di Bojonegoro ada 314 Pagu yang tidak terpenuhi”, ujar Kepala Kantor Cabdindik Propinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro dan Tuban melalui Kasi SMA, Maskun, Jumat (08/07/2022).
Maskun mengatakan, dari total SMA Negeri yang berada di Kabupaten Bojonegoro, ada 11 SMA Negeri yang Pagu nya terpenuhi. Sedangkan untuk Pagu yang tidak terpenuhi ada 9 SMA Negeri.
“Dalam PPDB SMA Tahun Ini kita menyiapkan Pagu sebanyak 5.058 untuk lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang ingin melanjutkan pendidikan di SMA Negeri”, terang Kasi SMA Kantor Cabdindik Propinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro dan Tuban kepada Mediapantura.com.
Terpisah, Mashadi selaku Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Bojonegoro mengungkapkan, kekurangan Pagu yang terjadi khususnya di SMA Negeri yang berada di pinggiran itu disebabkan lulusan dari SMP maupun MTs dimungkinkan melanjutkan sekolah ke Madrasah Aliyah atau ke Pondok Pesantren.
“Selain itu para lulusan SMP dan Mts memilih melanjutkan sekolah ke Madrasah Aliyah atau ke Pondok Pesantren hal tersebut dikarenakan Madrasah Aliyah dan Pondok Pesantren dalam PPDB tidak menerapkan sistem Zonasi”, ungkap Mashadi yang juga Kepala SMA Model Terpadu.
Mashadi menambah, dengan adanya kekurangan Pagu dalam PPDB SMA tahun ini bisa menjadikan evaluasi bersama. Untuk para siswa yang telah diterima di SMA yang dituju diharapkan segera melakukan daftar ulang hal tersebut dikarenakan untuk mengetahui jumlah siswa yang diterima secara riil dan detail guna dilaporkan kepada Kantor Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur. (Pur/Red)






