UIN Walisongo Beri Penghargaan Ketua PW Muhammadiyah Jateng.

judul gambar

Mediapantura.com, Semarang – Bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun atau Dies Natalis Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Ke 52 tahun Rektor Rektor UIN Walisongo Prof Imam Taufiq memberikan Penghargaan secara langsung kepada KH.Tafsir sebagai Dosen Penggerak Moderasi beragama yang juga Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah di Auditorium II Kampus III, Rabu (6/5/2022).

Piagam penghargaan itu diterimakan saat rangkaian sidang senat terbuka UIN Walisongo Semarang dalam rangkaian peringatan Dies Natalis nya ke 52 tahun tersebut.

Penghargaan itu diberikan tafsir mengingat peran sertanya dalam memberikan contoh yang hebat untuk kalangan civitas akademika UIN Walisongo Semarang khususnya dibidang moderasi beragama, hal tersebut diucapkan Rektor UIN Walisongo dalam sambutannya seperti yang dikutip dari kuasakata.com.

Rekot UIN mengatakan, dalam rangka Dies Natalis ke-52 ini pihaknya memberikan penghargaan secara khusus kepada mereka yang memberikan contoh yang hebat. Salah satunya, penghargaan diberikan kepada Tafsir yang telah memberikan kontribusi tinggi di masyarakat. “Dr. Tafsir, dosen UIN yang juga Ketua PWM Jateng yang khidmatnya luar biasa, memberikan kontribusi tinggi di masyarakat,” tutur Rektor UIN.

Sementara itu, Tafsir menyatakan agama harus menyesuaikan perkembangan zaman dan teknologi yang ada sekarang ini. “Agama tidak bisa menjadi status, tetapi dinamis sesuai perkembangan teknologi, zaman, dinamika sosial dan itu tantangan semua agama,” ujar Tafsir.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa untuk mencapai titik tersebut, ia menekankan agar kampus Islam memiliki keberanian dan kebebasan berpikir. Menurutnya, Al-Quran mutlak memiliki kebenaran, akan tetapi pemahaman tersebut relatif. Oleh sebab itu, penafsiran terhadap kitab suci tidak boleh berhenti. “Kalau Tafsir tidak sesuai dengan sekarang ini, harus disesuaikan perkembangan iptek,” terangnya.

Islam di Indonesia, lanjut dia memiliki banyak ditemukan model, seperti liberal dan radikal. Oleh sebab itu, dia bersama UIN Walisongo telah berkomitmen untuk membangun keberagamaan yang moderat. Menurutnya, semua agama memiliki dilema dalam moderasi beragama jika pemahaman terhadap kitab sucinya hanya secara parsial. “Kitab suci semua agama sudah disusun berabad-abad untuk dipakai selamanya,” pungkas Tafsir.(Den/Red).

Pos terkait

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *