Reporter : ahmad Fauzi
Bojonegoro, mediapantura.com – Bertempat di aula SMPN 4 Bojonegoro pada hari ini Senin (3/08/2020) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Dandy Suprayitno, bersama Kabid SMP Suyanto, menyerahkan secara simbolis beasiswa Genius dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bojonegoro.
Mengawali sambutannya, Kepala sekolah (Kasek) SMPN 4 Bojonegoro, Agus Sugianto menyampaikan terimakasih kepada jajaran Baznas Kabupaten Bojonegoro yang sudah mempercayakan kepada satuan pendidikan di lingkungan SMPN 4 Bojonegoro untuk di tempati Kegiatan penyerahan secara simbolis beasiswa Genius.
“Alhamdulillah siswa-siswi SMPN 4 mendapatkan kuota 36 siswa yang mendapatkan beasiswa dari Baznas,” ucap Kasek SMPN 4 Bojonegoro.
Kasek juga berharap kepada siswa-siswi penerima beasiswa Genius agar memanfaatkan betul dana tersebut untuk kebutuhan proses pembelajaran selama Pandemi Covid-19 saat ini yang masih berlangsung.
Ketua Baznas Bojonegoro, Nurul Huda mengatakan bahwa saat ini pihak Baznas Kabupaten Bojonegoro selalu komitmen mendukung program pendidikan di Kabupaten Bojonegoro salah satunya mengalokasikan anggaran mencapai Lima Ratus Juta untuk program Beasiswa genius yang di peruntukan mulai Tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi.

“Selain menyiapkan anggaran beasiswa pihak Baznas juga akan merencakan program rumah pintar di Kabupaten Bojonegoro,” jelas Nurul Huda.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, Dandy Suprayitno mengungkapkan beasiswa kepada siswa ini salah satu bentuk kecintaan Baznas Bojonegoro dalam dunia pendidikan diantara ikut mencerdaskan generasi penerus bangsa. Sehingga, meski ditengah masa pandemi proses KBM harus tetap berjalan baik model pembelajaran melalui metode Daring atau luring atau dengan model pembelajaran lainnya.
“Dengan bantuan ini, siswa harus punya tanggung jawab untuk terus belajar meski ditengah pandemi covid 19 yang masih terjadi,” ucapnya.
Meski begitu, dengan bantuan ini, diharapkan Baznas juga tidak hanya berhenti disini dalam mendukung pendidikan di Bojonegoro. Pasalnya, pekerjaan rumah Disdik dalam memajukan pendidikan masih banyak terlebih lagi memajukan pendidikan siswa yang berada di pinggiran Bojonegoro, terlebih lagi di pandemi covid 19 ada beberapa wilayah desa yang jaringan internetnya belum bisa dijangkau.
“Saya harap, baznas bisa juga ikut bersinergi dalam memajukan dunia pendidikan di Bojonegoro,” pungkas Pria yang pernah Menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga kabupaten Bojonegoro.(Af)






