reporter : Ahmad Fauzi
Tuban, mediapantura.com – Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Usaha Terop Tuban (PATT) mengadu ke lembaga DPRD Kabupaten Tuban terkait dengan profesi mereka yang secara tidak langsung juga terkena imbas dari dampak Covid-19 atau Corona bagi para pekerja terop yang tidak pernah tersentuh bantuan baik berupa sembako maupun bantuan Lainnya selama masa Pandemi covid-19 atau virus Corona.
Kedatangan mereka langsung di sambut oleh Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tuban, Hj. Tri Astuti di ruang kerjanya pada hari Selasa (2/06/2020).
Dalam keterangannya, Hendy Eprek-Eprek selaku ketua Paguyuban Usaha Terop Tuban (PATT) berharap agar ada perhatian secara merata termasuk untuk Paguyuban Usaha Terop Tuban yang selama ini tidak pernah tersentuh oleh Pemerintahan Daerah, padahal sangat terdampak dengan adanya covid-19 ini.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tuban Hj. Tri Astuti memberikan saran agar Pemerintah lebih jeli lagi dalam melaksanakan pendataan baik individu maupun kelompok yang terkena dampak dari penyebaran virus covid-19 atau Corona di Kabupaten Tuban.
“seharusnya Pemkab harus jeli dalam kondisi saat ini, bagi warga yang terdampak corona, ” ucap Tri Astuti kepada awak mediapantura.com.
Karena selama adanya penyebaran virus covid-19 para Paguyuban Usaha Terop di Kabupaten Tuban sangat berdampak para perekonomian anggota keluarganya maka dari pada itu mereka mengadu ke lembaga DPRD Kabupaten Tuban agar bisa di berikan solusi yang terbaik.
Komisi IV mengusulkan kepada dinas terkait untuk memberikan bantuan kepada kuli sound sistem, kuli terop, dan kuli gamelan yang mereka tidak ada pekerjaan lagi karena dengan adanya pandemi covid 19 ini nyaris usaha persewaan terop dan pagelaran kesenian sepi.(Red)






