Blora, mediapantura.com – Berbagai upaya terus dilakukan oleh Kepolisian Resor Blora, (Polres Blora) Polda Jateng, untuk mengawal kebijakan pemerintah terkait larangan mudik, untuk antisipasi penyebaran virus covid – 19 di wilayah Indonesia.
Penjagaan dilakukan di pos pam terpadu di wilayah perbatasan, untuk menghalau pemudik yang akan masih ke wilayah Kabupaten Blora. Bukan hanya jalur utama saja, jalur alternatifpun mendapat perhatian ekstra dari petugas.
Seperti yang dilakukan oleh Polsek Bogorejo Polres Blora, bersama Aparat TNI, Satpol pp dan tenaga medis puskesmas setempat melakukan penjagaan ketat di pos pam terpadu Operasi Ketupat Candi 2020 yang berdiri di wilayah desa Sendangrejo Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora.
Kecamatan Bogorejo adalah salah satu wilayah kabupaten Blora yang berbatasan langsung dengan kecamatan Kenduruan Kabupaten Tuban Jawa Timur.
Jalur Bogorejo – Kenduruan dijadikan alternatif bagi pengguna jalan, karena dipandang lebih singkat dan cepat untuk perjalanan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur maupun sebaliknya. Untuk itulah petugas gabungan tersebut berjaga 24 jam guna menghalau pemudik yang dimungkinkan melewati jalur alternatif tersebut.
Kapolsek Bogorejo Iptu Sumaryono,SH membeberkan bahwa petugas gabungan berjaga 24 jam untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengendara kendaraan bermotor yang melintas, “Kita lakukan pemeriksaan dan pendataan warga yang keluar maupun masuk di wilayah kecamatan Bogorejo, jika di temukan pemudik maka akan kita beri edukasi agar putar balik ke wilayah asal,” beber Kapolsek Bogorejo, Selasa, (05/05/2020).
Lebih lanjut Kapolsek menceritakan meskipun jalur Bogorejo adalah jalur alternatif lintas provinsi namun, warga yang melintas adalah kebanyakan warga lokal yang melakukan aktivitas sehari hari, “Di setiap kabupaten atau kota telah dilakukan penyekatan pemudik, karena itulah jalur Bogorejo ini sepi pemudik, namun demikian kita tetap stand by disini melakukan pemeriksaan,” cerita Kapolsek.
Resa, salah satu warga desa Gayam kecamatan Bogorejo mengaku senang dengan adanya penyekatan tersebut, “Kami warga lokal tentunya merasa lebih tenang, dengan adanya pemeriksaan diperbatasan, tentunya dapat mencegah penularan covid – 19 yang kemungkinan dibawa oleh orang luar,” kata Resa.(Ar/Red)






