BOJONEGORO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menyalurkan bantuan pada warga Gondang-Bojonegoro yang beberapa waktu lalu terdampak banjir bandang luapan sungai Pacal.
Sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) meliputi RT 1 hingga RT 8, serta RT 11 dan RT 23 menjadi penerima manfaat bantuan yang disalurkan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Budiono mengatakan, bantuan ini merupakan upaya mendesak untuk meringankan beban warga yang hingga kini masih berjuang memenuhi kebutuhan pokok pasca banjir merendam pemukiman.
“Bantuan ini memang untuk kebutuhan sehari-hari,” ucapnya, Selasa (16/12/2025).
Budiono menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berhenti pada bantuan darurat. Ia berjanji akan mendorong penanganan bencana yang terpadu, termasuk langkah mitigasi agar musibah tahunan ini tidak terus menghantui warga.
“Yang lebih penting, kami akan mendorong upaya antisipasi dan penanganan jangka panjang. Banjir bandang ini tidak boleh terus menjadi ancaman,” ujar Budiono
Kepala Desa Gondang, Agus Riyanto, sangat bersyukur atas bantuan tersebut. Namun ia menekankan bahwa yang paling dinantikan adalah solusi kongkret dari Pemerintah.
“Kami sangat berharap ada solusi konkret. Sejak dulu hingga sekarang, warga Gondang selalu menjadi korban banjir. Kami menghendaki adanya pembangunan sudetan agar ke depan tidak terjadi banjir lagi,” tegas Agus Riyanto
Camat Gondang, Wiyanto, turut mengapresiasi kehadiran anggota DPRD provinsi tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian yang langsung dirasakan oleh warganya.
Menurutnya, akar masalah banjir bandang di Kecamatan Gondang adalah tingginya intensitas hujan yang memicu lonjakan drastis debit air.
“Anak Sungai Kali Gondang, mulai dari hulu di Dusun Sukun, Desa Sambongrejo, hingga ke hilir di Dusun Gondang (Lorkali), tak mampu menampung volume air,” papar Camat Gondang.
Akibatnya, air meluap dengan cepat, merendam pemukiman dan melumpuhkan aktivitas warga. Kejadian ini kian memperkuat desakan masyarakat dan pemerintah desa agar segera ada intervensi besar-besaran untuk pembangunan sudetan sebagai langkah permanen.(*)







