Hadiri Haul Di Ponpes An Nur, Ini Yang Disampaikan Nur Aziz dalam Bedah Buku Aswaja

judul gambar

BOJONEGORO – Nur Aziz anggota Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur menghadiri Haul yang digelar oleh Pondok Pesantren (Ponpes) An Nur, Jumat (01/12/2023) kemarin.

Selain menggelar Haul, Ponpes yang berada di jalan Pondok Pinang, Kelurahan Ngrowo Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro itu juga melakukan Bedah Buku Aswaja (Ahlus sunnah wal jama’ah).

Bacaan Lainnya
judul gambar

Dalam sambutannya, Nur Aziz Anggota DPRD Provinsi Jatim mengatakan kedatangan ditengah tengah para Jamaah ini diibaratkan sedang menjadi santri.

“Saya kalau datang di Bojonegoro ibaratnya sedang nyantri, kalau saya datang di Tuban ibaratnya pulang kampung”, kata Anggota DPRD Provinsi Fraksi PKB yang berdomisili di Tuban.

Menurutnya, saya ini kelahiran Tuban, tapi saya besarnya lebih banyak hidup di Bojonegoro.

“Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan bahwa Negara akan kuat bila rakyat dengan pemerintahan satu visi”, tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan oleh Nur Aziz bahwa kedepannya pemerintahan harus sejalan dengan rakyat.

“Maka pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang, nasib Negara ditentukan oleh Parlemen dan Presiden”, jelas Nur Aziz.

Menurutnya, Negara ini ada berkat jasa dari para kyai dan para ulama serta para santri.

“Mereka semua belajar dan menempuh ilmu pendidikan di Pondok Pesantren, TPQ dan Madrasah Diniyah”, ujar Nur Aziz.

Nur Aziz mengungkapkan, ketika saat itu di mana di zaman orde baru, di mana kekuasaan dipegang oleh orde Baru Nahdlatul ulama terpinggirkan.

“Kami sebagai mahasiswa Nahdlatul Ulama saat itu bergerak diskusi kecil-kecil-kecil akhirnya mendirikan organisasi yang namanya pergerakan mahasiswa Islam Indonesia Cabang Bojonegoro”, ungkapnya.

“Untuk menegakkan Ahlus Sunnah Wal Jamaah ini harus didukung dengan pemerintahan yang kuat ini prinsip saya dulu”, terangnya.

Dikatakan pula oleh Nur Aziz bahwa saat itu ketika kami akan mendirikan PMI juga mendapatkan banyak intimidasi dari aparatur pemerintahan saat itu.

“Dari gerakan-gerakan itu, menimbulkan hati utamanya supaya Negara ini sesuai dengan Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah maka harus ada dua sisi yang kuat yaitu Agama dan Negara ini harus berjalan seiring”, pungkas Nur Aziz.(pur/red)

Pos terkait

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *