Direktur KSKK Kemenag Republik Indonesia Beri Pembinaan ASN Kemenag Bojonegoro

judul gambar

Bojonegoro – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, hari ini berkesempatan mendapat pembinaan khusus dari Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Kemenag Republik Indonesia, Rabu (12/07/2023).

Kepala Kantor Kementerian Agama, Abdul Wahid mengucapkan terimakasih, atas kehadiran Bapak Direktur KSKK Kemenag Republik Indonesia yang telah lama ditunggu. Dengan kedatangan beliau di Bojonegoro supaya memberikan support dan motivasi kepada kami.

Bacaan Lainnya
judul gambar

“Sewaktu menjabat Kepala Kemenag Madiun Kota selama 1 tahun 2 bulan saya punya teman Komandan Lanud Iswahyudi. Waktu itu saya menginginkan ada santri saya yang bisa bertugas di sana. Saya juga punya teman di Kepolisian waktu itu saya juga menginginkan murid Madrasah bisa menjadi Polisi.

Menurutnya, saat itu saya mewacanakan untuk berkolaborasi dengan TNI dan Kepolisian dengan tujuan supaya para Santri dan murid lulusan Madrasah bisa menjadi Anggota TNI dan Polri.

“Saya menginginkan Madrasah berafiliasi Taruna sehingga santri ada di mana mana untuk mewujudkan Indonesia lebih baik lagi”, tutur Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro.

Sementara itu, Moh. Isom selaku Direktur KSKK Kemenag Republik Indonesia menyampaikan bahwa ASN merupakan salah satu pilar Pemerintahan yang resmi dan sah. Untuk pilar pertama yaitu TNI yang tugasnya menjaga kedaulatan negara, pilar kedua yaitu Polisi yang tugasnya untuk mengamankan dan membuat nyaman pelaksanaan Kepemerintahan. Sedangkan untuk pilar yang ketiga yaitu ASN.

“Untuk tugas ASN adalah melaksanakan tata kelola Pemerintahan sesuai dengan tupoksi,” tutur Direktur KSKK Kemenag Republik Indonesia.

Dikatakan pula oleh Direktur KSKK Kemenag Republik Indonesia bahwa ASN kedepannya harus memperhatikan 3 pedoman. Untuk 3 pedoman yang dimiliki oleh ASN antara lain yaitu Literasi, Kompetensi dan Prestasi.

“Mempunyai Literasi, supaya ASN mempunyai wawasan pengetahuan dan nilai keterbacaan. Selain itu ASN tidak boleh berhenti belajar, meski sudah S1 S3. ASN harus melek teknologi sehingga dapat dijadikan instrumen untuk mempercepat memudahkan kerja,” kata Moh Isom.

Lebih lanjut dikatakannya, ASN harus memiliki Kompetensi agar tidak dikatakan bodoh. Semua ASN harus pintar, punya potensi dan kecerdasan serta memiliki ketrampilan dan yang terakhir adalah ASN harus memiliki Prestasi.

“Tanpa Literasi, Kompetisi dan prestasi, ASN kedepannya cepat atau lambat akan dikalahkan oleh robot dan apk. Kemajuan teknologi sangat luar biasa. Banyak pekerjaan yang diambil alih oleh robot dan apk,” pungkas Direktur KSKK Kemenag Republik Indonesia. (pur/red)

Pos terkait

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *