Silaturahmi Ke DPRD, Ini Misi Yang dibawa MD KAHMI Bojonegoro

judul gambar

Bojonegoro – Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bojonegoro hari ini melanjutkan silaturahminya ke gedung DPRD Bojonegoro pada Rabu (05/04/2023) pukul 14.30 wib.

Agenda penting yang dibawa KAHMI dalam rapat dengar pendapat kali ini adalah upayanya memberikan sumbangsih ide gagasan dalam rangka pengambilan kebijaksan untuk pembangunan daerah.

Bacaan Lainnya
judul gambar

Turut hadir dalam agenda kali ini, Koordinator Presidium KAHMI Bojonegoro Yunda Lukluil Maknun, S.Sos. beserta para pengurus dari berbagai bidang. Kedatangan mereka langsung ditemui oleh Pimpinan DPRD, Ketua Abdullah Umar, Wakil Ketua Mitroatin, Ketua Komisi A Muhammad Fauzan, Sekretaris Komisi A Miftakhul Huda, Anggota Komisi B Sigit Kushariyanto, Sekretaris Komisi C Ahmad Supriyanto dan Ketua Bapemperda Sutikno.

Sekretaris MD KAHMI Bojonegoro Mochamad Muchid mengatakan, kedatangan para pengurus dalam rapat dengar pendapat kali ini adalah sebagai upaya peran KAHMI dalam pembangunan daerah. Tentunya dengan memberikan masukan, ide serta gagasan kepada para anggota legislatif dalam membuat sebuah kebijakan.

“Kita memiliki program kerja sesuai bidang masing-masing yang harapanya bisa disinkronkan dengan tugas dan fungsi disetiap Komisi,” ucap Muchid mengawali rapat dengar pendapat.

Selanjutnya Kanda M Danial Bustomi, S.H.,M.Kn yang mengkritisi terkait adanya Perda yang tumpang tindih dengan Perda lainya. Hal ini menunjukkan kurangnya ketelitian dari para legislator.

Kurangnya rapat jaring aspirasi semacam FGD dalam setiap rancangan peraturan daerah (Raperda) yang mana menimbulkan dampak kualitas hukum yang dihasilkan.

“Kita siap diajak untuk berdiskusi menyampaikan gagasan dalam setiap pembahasan Raperda, ” kata M Danial.

Pria yang juga merupakan notaris tersebut menambahkan, dibidang ekonomi, perlunya ada kebijakan yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi secara nyata. Ia memberikan contoh industri pariwisata seperti Gofun yang ada di Bojonegoro itu sudha cukup besar, namun tidak ada faktor pendukung yang lain disampingnya supaya industri tersebut terus berjalan dan berkembang.

Sementara kebijakan beasiswa untuk mahasiswa menurutnya hanya berpihak kepada Perguruan tinggi negeri diluar daerah. Ia berharap PTS juga diperhatikan agar mampu bersaing dan menjadi daya tarik keunggulan kabupaten Bojonegoro yang mampu menarik minat mahasiswa dari dalam dan luar daerah.

“Ya diperhatikan juga Perguruan tinggi swasta ini supaya mendapatkan kekuatan untuk menjadi kekuatan tersendiri yang mampu mempromosikan Bojonegoro kepada warga luar daerah. ” Jelasnya.

Ketua DPRD Bojonegoro Abdullah Umar dalam tanggapanya mengatakan, berterimakasih dan memberikan apresiasi atas ide dan gagasan yang diberikan. Ia menyampaikan, setiap kebijakan yang diambil memang harus memperhatikan banyak hal.

Ia mencontohkan dalam upaya pembangunan infrastruktur pendidikan gedung sekolah yang seolah-olah tidak selesai selesai. Hal tersebut terjadi karena harus ada pemerataan pembangunan.

“Jadi jika sekolah satu dibangun kita harus memperhatikan sekolah lainya juga tidak bisa langsung satu sekolah kita proses sampai bagus semua,” Jelasnya.

Ketua Bapemperda Sutikno mengatakan Silpa APBD yang tinggi itu bukan hanya karna Bojonegoro tidak mampu menghabiskan anggaran, namun juga karena sebagian besar dana tersebut merupakan dana bagi hasil migas yang baru ditransfer oleh pusat di akhir tahun.

“Sehingga kita tidak bisa menyerapnya, yang mana akan menimbulkan resiko penyelesaian pembangunan, ” Pungkasnya.

Selanjutnya dari hasil silaturahmi MD KAHMI kali ini, harapanya akan terus terjalin sinergitas antar lembaga dalam upaya pembangunan di daerah. (ping/red)

Pos terkait

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *