Tekan Kekerasan di Ponpes, Dua Instansi di Bojonegoro Rumuskan Program Anti Kekerasan

judul gambar

Reporter : Dwi Purwanto

mediapantura.com, Bojonegoro – Untuk menekan kekerasan santri yang ada di Pondok Pesantren (Ponpes) di Wilayah Bojonegoro, dua Instansi yang ada di Kabupaten Bojonegoro merumuskan beberapa program yang kedepannya akan disosialisasikan pada setiap Ponpes se Kabupaten Bojonegoro.

Dua Instansi yang merumuskan Program Anti Kekerasan ini adalah Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Bojonegoro.

“Kita telah mengadakan pertemuan dengan DP3AKB. Dalam pertemuan tersebut, Kemenag Bojonegoro dan DP3AKB Kabupaten Bojonegoro sepakat untuk merumuskan Program Anti Kekerasan di lingkungan (Ponpes) yang ada di Kabupaten Bojonegoro”, ujar Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro melalui Kasi PD Pontren, Zaenal Arifin, Jumat (20/01/2023).

Zaenal Arifin mengatakan, Ponpes adalah tempat pendidikan terbaik dalam membangun karakter imam dan taqwa serta pengetahuan agar tumbuh generasi Islami yang Rahmatan Lil alamin. Selama 24 jam di Ponpes bisa terjadi segala sesuatu, sehingga pendekatan secara sensitif (pengawasan edukasi internal) dan spesifik (penanganan masalah)
harus terus menerus dilakukan.

“Khususnya kepada semua Pengasuh Ponpes harus lebih memperhatikan keseharian para santri dan perilaku para santri baik itu Santri Senior maupun Santri Yunior, jangan sampai terjadi kekerasan antar santri. Kekerasan yang dimaksud antara lain kekerasan fisik maupun tindak pelecehan seksual”, kata Kasi PD Pontren Kantor Kemenag Bojonegoro kepada Mediapantura.com.

Masih menurut Zaenal Arifin, melalui Kantor Kemenag Bojonegoro kita selalu rutin melakukan pembinaan dan penyuluhan pada Ponpes. Pembinaan yang kami lakukan ini terhadap para ustadz atau guru yang mengajar para santri. Selain melakukan pembinaan, kami juga selalu melakukan evaluasi di setiap Ponpes.

“Selain itu, kami menekankan kepada Ponpes untuk memasang CCTV di Ruang Publik Ponpes, selasar kamar tidur, dan tempat tempat tersembunyi yang jarang dijadikan area publik atau belakang kelas hal ini biasanya kekerasan dan pelecehan dilakukan di tempat sepi”, tegas Kasi PD Pontren Kantor Kemenag Bojonegoro.

Dikatakan pula oleh Kasi PD Pontren Kantor Kemenag Kabupaten Bojonegoro, melalui organisasi atau forum yang ada di Kabupaten Bojonegoro yaitu Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) maupun Ikatan Pondok Pesantren (IPP), kantor Kemenag Bojonegoro rutin melakukan penyuluhan dan pembinaan.

“Selain melakukan penyuluhan dan pembinaan, kami juga membahas beberapa program untuk memajukan Ponpes yang ada di Kabupaten Bojonegoro baik itu dari segi akademik maupun non akademik. Banyak prestasi yang berhasil diraih para santri yang berasal dari Ponpes. Ini wujud komitmen kami untuk menjadikan Ponpes yang nyaman dan kondusif serta berprestasi”, pungkas Zaenal Arifin.

(Red)

Pos terkait

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *