Reporter : Dwi Purwanto
Mediapantura.com Bojonegoro – Warga Kecamatan Bojonegoro khususnya warga pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) akhir akhir ini banyak yang mengeluh, keluhan warga pelanggan PDAM disebabkan air yang dibutuhkan dalam hidup sehari-hari tidak keluar.
Tidak keluarnya air dikarenakan pipa milik PDAM yang digunakan untuk mengaliri air ke rumah rumah pelanggan terkena alat berat yang digunakan dalam proyek pembangunan trotoar dan drainase.
“Proyek pembangunan trotoar dan drainase disekitar Kecamatan Bojonegoro ini serentak dikerjakan oleh kontraktor pemenang tender”, ujar Direktur PDAM Bojonegoro, Khairul Anwar, Sabtu (01/10/2022).
Khairul Anwar mengatakan, ketika alat berat menggali gorong gorong tanpa sengaja merusak pipa milik kami, ada yang mengenai pipa kecil dan ada yang mengenai pipa besar.
“Setiap ada laporan, kami langsung mengerahkan tenaga teknis untuk memperbaiki pipa tersebut”, kata Direktur PDAM Bojonegoro kepada Mediapantura.com.
Saat disinggung terkait jumlah tenaga kerja yang menangani pipa yang bocor terkena alat berat, Khairul Anwar menegaskan bahwa pekerja kami yang menangani pipa yang rusak atau bocor jumlahnya cukup bahkan ada yang bekerja sampai malam hari.
“Pekerja kami saat ini cukup. Ada yang memperbaiki pipa yang bocor ada yang melayani pelanggan PDAM yang baru”, tegas Khairul Anwar.
Menurutnya, untuk perbaikan pipa yang terkena alat berat, pihak PDAM Bojonegoro mengutamakan perbaikan pipa yang besar terlebih dahulu kemudian baru pipa yang kecil.
“Kami berharap kepada para kontraktor yang mengerjakan proyek ini cepat melapor ke pihak PDAM bila ada pipa yang rusak atau bocor terkena alat berat”, ujar Khairul Anwar.
Dia menyebutkan pelanggan PDAM yang mengeluahkan terjadi gangguan air seperti di Jalan Pemuda, Jalan Panglima Polim, Perumda, Jalan Dr Cipto, Jalan MH Thamrin, Jalan Sunan Kalijogo dan Jalan Panglima Sudirman. (Red)






