Air Surut, Berkah Buat Samijan Panen Ikan Khas Sungai Bengawan Solo

judul gambar

Reporter : Rico Akbar Ardiansyah

Mediapantura.com, Bojonegoro – Musim kemarau membuat debit air sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro berkurang atau surut hingga air tidak bisa mengalir. Hal itu dipergunakan oleh Samijan (65) warga Desa Bogo Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro sekeluarga mencari ikan.

Pria yang tinggal di bantaran sungai terpanjang di pulau Jawa membuat dirinya memasang pijar ikan di sungai. Hasilnya pijar yang di pasang hampir tiga jam menghasilkan ikan khas sungai Bengawan solo yakni ikan patin atau yang di kenal ikan jambal.

Hasil dari tiga jam memasang perangkap ikan bisa menghasilkan satu kwintal ikan yang ukurannya bervariasi mulai satu ekornya berukuran satu kilogram sampai yang paling besar tiga kilogram.

Saat di temui mediapantura.com, Sabtu (27/8/2022) siang di halaman rumahnya usah menangkap ikan mengatakan, mengaku senang bisa mendapatkan dalam jumlah banyak. Dan itu di anggapnya sebagai rejeki musim kemarau bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.

“Alhamdulillah ini berkah kemarau air Bengawan tidak bisa mengalir (mengendap) mas. Tidak setiap hari bisa mendapatkan ikan dalam jumlah banyak,” jelasnya.

Disampaikan dalam pemasangan perangkap ikan dipasangnya pagi hari tadi dengan di bantu keluarga. Setelah dipasang selama tiga jam hasilnya bisa mendapatkan ikan besar-besar dan kemudian di jual di depan rumah.

“Saya di bantu keluarga saat pemasangan pijarnya yang di bentangkan di sungai Bengawan solo,” terangnya pria yang sehari-harinya seorang petani.

Samijan juga mengungkapkan dari penangkapan ikan pihaknya menjualnya dengan harga perkilogram nya sebesar Rp 20.000,-. Dan itu di jualnya di depan rumah dan di tawarkan ke desa sekitar dengan di bantu istrinya, bahkan juga sudah ada pedagang ikan yang langsung datang menghampiri.

“Perkilogramnya Rp 20.000,- jika satu ekor ikan besar ada yang beratnya mencapai 2,5 kilogram bisa laku Rp 50.000,-. Kita jual di sekitar sini saja sudah ludes di beli,” ujarnya.

Dia juga menambahkan jika ikan khas sungai Bengawan solo ini sangat enak di masak botok bumbu kuning, di bakar maupun di goreng. Daging ikan ini mengandung lisin dalam jumlah banyak.

“Lisin merupakan asam amino esensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai bahan dasar antibodi, memperlancar sistem sirkulasi, dan mempertahankan pertumbuhan sel-sel normal,” pungkasnya. (Red)

Pos terkait

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *