Reporter : Dwi Purwanto
mediapantura.com, Bojonegoro – Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro khususnya para petani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro beberapa tahun yang lalu meluncur Inovasi berupa Program Petani Mandiri (PPM). Dimana untuk mendapatkan fasilitas dari PPM, petani harus memiliki Kartu Petani Mandiri (KPM).
PPM adalah hibah yang berupa modal dalam wujud barang yang diberikan kepada para petani, sedangkan KPM adalah kartu yang diberikan kepada keluarga petani sesuai dengan kriteria sekaligus akses untuk mendapatkan manfaat PPM.
“Hari ini kita menyalurkan bantuan Saprodi PPM”, tutur Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Semanding Kecamatan Bojonegoro, Suprayitno, Jumat (19/08/2022).

Ketua Gapoktan Desa Semanding menjelaskan, di Desa Semanding ada dua Kelompok Tani yang mendapatkan bantuan Saprodi PPM ini. Kedua Kelompok Tani tersebut adalah Kelompok Tani Karya Tani Satu dan Kelompok Tani Karya Tani Dua.
“Bantuan Saprodi PPM di Desa Semanding ada sebanyak 109 petani yang mendapatkannya”, jelas Suprayitno kepada Mediapantura.com disela sela acara penyaluran bantuan Saprodi Program PPM.
Masih menurut Suprayitno, para petani yang mendapatkan bantuan Saprodi ini dengan rincian setiap hektarnya mendapat 25 kilogram benih padi jenis Ciherang. Selain mendapatkan benih padi, para petani juga mendapatkan pupuk.
“Jenis pupuk yang diberikan adalah jenis Pupuk Phonska Plus”, ujar Suprayitno.
Terpisah, Kepala Desa Semanding, Subeno dalam sambungan telepon selulernya mengungkapkan, untuk penyaluran bantuan Saprodi PPM ditempatkan dimasing-masing rumah ketua Kelompok Tani dengan dihadiri Petugas dari Dinas Pertanian, Babinsa dan Babinkamtibmas serta perwakilan dari Perangkat Desa.
“Dengan adanya bantuan Saprodi PPM untuk petani Desa Semanding kami mengucapkan terimakasih, hal ini dikarenakan sangat membantu para petani yang membutuhkan benih dan pupuk”, pungkasnya. (Red)






