Lestarikan Tradisi Ahlussunah, Anggota DPRD Bojonegoro F-PKS Rutin Gelar Kajian Kitab Kuning

judul gambar

Mediapantura.com, Bojonegoro – Dalam rangka untuk terus melestarikan tradisi Ahlussunah Miftahul Khoiri, S.Ag salah satu anggota Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) rutin secara Istiqomah menggelar kajian kitab kuning bersama masyarakat.

Kegiatan rutinitas kajian kitab kuning ini digelar setiap malam Senin dan sudah berjalan selama kurang lebih 16 tahun, Untuk selama bulan Ramadhan digelar 4 kali dalam satu Minggu pada malam Minggu, malam Senin, malam Rabu dan malam Kamis bertempat dikediamannya Desa Tanjungharjo Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro.

Saat ditemui awak media usai kajian kitab kuning pria yang pernah menjadi santri di Pesantren Tambakberas Jombang dan Pesantren Krapyak Yogyakarta pada, Selasa (12/4/2022) menyampaikan bahwa kegiatan itu sudah iya lakukan jauh sebelum dia menjabat anggota DPRD Bojonegoro.

” Kajian kitab kuning ini kegiatan rutinitas saya sebelum jadi anggota DPRD, Tapi sekarang saya rangkai kan dengan Hari Aspirasi dari program Partai, Jadi kalau masyarakat mau menyampaikan aspirasi nya bisa malam Senin sambil ngaji atau kajian kitab kuning,”ucapnya.

Untuk kitab kuning yang dibahas dalam kajiannya Kitab Jawahirul Bukhori ringkasan dari kitab sohih Bukhori memuat sekitar 700 lebih hadis-hadis sahih riwayat Imam Bukhari, Disampaikan secara sorogan menggunakan makna Pegon (Jawa) dengan dipimpin langsung oleh Miftahul Khoiri Anggota DPRD Bojonegoro Komisi C dari fraksi PKS tersebut.

Setiap pertemuan gelaran acara yang diinisiasi Anggota DPRD Bojonegoro Fraksi PKS yang juga lulusan Sastra Arab Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta ini diikuti kurang lebih 50 orang putra dan putri baik dari sekitar rumahnya dan juga dari luar daerah diwilayah kecamatan Kapas.

Tujuan kegiatan kajian kitab kuning rutin dilakukan karena merupakan bagian dari pelestarian tradisi Ahlussunah agar tradisi yang biasannya dijumpai dipesantren bisa juga menjadi wahana untuk Tholabul Ilmi masyarakat selain itu juga untuk mengingat kembali apa yang dulu ia dapat dipesantren.

” Tujuannya untuk bersama tholabul Ilmi, karena amal yang paling mudah dan besar pahalanya itu tholabul Ilmi,”ungkap Miftahul.

Selanjutnya Miftahul Khoiri juga berharap dari rutinitas yang dia lakukan bersama masyarakat ini dapat memberikan banyak manfaat khususnya dalam hal keilmuan dan bersama dalam melestarikan tradisi kitab kuning agar terus terjaga.

Selain kegiatan kajian kitab kuning anggota DPRD fraksi PKS ini juga rutin melaksanakan kegiatan tahtimul Qur’an bersama masyarakat setiap selapanan dikawasan dapilnya, Namun karena situasi masih pandemi Covid-19 kegiatan tersebut sempat berhenti dan akan segera diawali kembali.(Den/Red).

Pos terkait

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *