Bojonegoro – Mimpi yang dulu hanya hadir di layar kaca, kini menjelma nyata dalam jejak langkah penuh prestasi. Fitria Bilqis Nur Bayti, siswi berbakat dari MAN 5 Bojonegoro, berhasil menorehkan prestasi gemilang sebagai atlet lari jarak jauh hingga tingkat nasional.
Lahir dan besar di Desa Nguken, perjalanan Fitria menuju podium juara dimulai sejak duduk di bangku kelas 7 MTs. Berawal dari seleksi tingkat sekolah, ia sukses meraih juara di tingkat kecamatan. Meski sempat diliputi keraguan, tekadnya untuk berlari lebih jauh tak pernah surut.
“Dulu saya berpikir menjadi atlet hanya sebatas mimpi. Tapi sekarang saya ingin terus membuktikan bahwa mimpi itu bisa dicapai,” ungkap Fitria kepada awak mediapantura.com, Selasa (5/5/2026).
Di bawah pembinaan intensif MAN 5 Bojonegoro yang dikenal sebagai “kawah candradimuka” atlet lari di wilayah Padangan, Fitria terus mengasah kemampuannya. Ia fokus pada nomor 1.000 meter, 1.500 meter, hingga 5.000 meter, dengan catatan waktu yang terus meningkat.
Tak hanya mengandalkan latihan di madrasah, Fitria juga aktif bergabung dengan klub lari Predator. Kombinasi antara bakat, kerja keras, serta disiplin tinggi menjadikannya salah satu atlet muda potensial yang mampu mengharumkan nama Bojonegoro di tingkat provinsi hingga nasional.
Terpisah, Kepala MAN 5 Bojonegoro, Darwadi, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian Fitria. Ia menegaskan bahwa madrasah berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan potensi siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
“Prestasi Fitria adalah bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berprestasi di bidang olahraga. Kami akan terus mendukung dan memfasilitasi siswa untuk berkembang secara maksimal,” ujarnya.
Ke depan, Fitria berharap dapat terus meningkatkan performanya dan menembus ajang yang lebih tinggi, bahkan membawa nama Indonesia di kancah internasional.
Perjalanan Fitria menjadi inspirasi bahwa mimpi, sekecil apa pun, akan menemukan jalannya ketika dipadukan dengan kerja keras, disiplin, dan doa yang tak pernah putus. (Red)
