Okupansi Hotel di Bojonegoro Tembus Rekor Tertinggi

BOJONEGORO – Memasuki kuartal akhir tahun, sektor akomodasi di Bojonegoro mencatatkan performa gemilang dengan angka tingkat penghunian kamar (TPK) yang berhasil memecahkan rekor tertinggi sepanjang tahun 2025.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro menunjukkan, okupansi hotel berbintang di wilayah ini meroket hingga menyentuh angka 50,77 persen. Capaian tersebut menjadi tonggak penting, mengingat untuk pertama kalinya di tahun ini, rata-rata separuh lebih kapasitas kamar hotel di Bojonegoro selalu terisi setiap harinya.

Bacaan Lainnya

Kepala BPS Bojonegoro, Syawaluddin Siregar mengungkapkan bahwa tren positif ini terlihat sangat mencolok pada transisi bulan September ke Oktober. Terjadi kenaikan sebesar 8,96 poin secara month-to-month (m-to-m).

“Jika kita bedah trennya sejak Januari, maka Oktober adalah puncaknya. Ini performa tertinggi sepanjang tahun berjalan,” ujar Syawaluddin.

Syawaluddin menganalisis bahwa masifnya agenda kegiatan yang dimotori oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro serta pihak swasta menjadi katalisator utama.

Bojonegoro yang dikenal sebagai daerah industri migas dan pusat kegiatan pemerintahan di wilayah Barat Jawa Timur, belakangan memang kerap menjadi tuan rumah berbagai rapat koordinasi, seminar, hingga event skala besar.

“Kenaikan ini linear dengan banyaknya intensitas kegiatan daerah. Baik itu agenda rutin pemerintah maupun kegiatan korporasi (swasta) yang jauh lebih padat dibanding bulan-bulan sebelumnya,” ujar Syawaluddin.

Menariknya, meski jumlah tamu yang datang membeludak, durasi mereka menginap justru tercatat sedikit lebih singkat. Ada pergeseran pola pada length of stay (rata-rata lama menginap).

“Ada pergeseran pada rata-rata lama menginap. Jika pada September tamu menginap rata-rata 1,43 hari, di bulan Oktober turun menjadi 1,37 hari,” jelasnya lebih lanjut.

Kondisi perhotelan ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai angka statistik. Meluapnya tingkat hunian hotel digaungkan bisa membawa efek baik bagi ekosistem ekonomi yang ada di Bojonegoro.(Hil)

Pos terkait