Reporter : Ahmad Fauzi
Bojonegoro, mediapantura.com – Gubernur Jawa Timur Dra Hj Khofifah Indar parawansa Menghadiri Silaturahmi Pondok Pesantren dan Program OPOP( one Pesantren one Produk) yang di laksanakan di Hotel Dewarna kabupaten Bojonegoro, Minggu (6/06/2021).
Hadir dalam acara ini Bupati Bojonegoro Perwakilan OPOP Jawa Timur Prof Dr.KH Asep Saifuddin Chalim .Ma,Ketua Komisi A DPR Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Koperasi Jawa Timur, Bupati Bojonegoro serta perwakilan 220 Pondok Pesantren dari 4 empat kabupaten, Bojonegoro,Tuban, Lamongan, Nganjuk.
Bupati Bojonegoro, Dra. Hj. Anna Mua’awanah dalam sambutannya mengucapkan Terimakasih Kepada ibu Gubernur yang sudah hadir dan memberikan arahan untuk program OPOP ini yang nantinya bisa menjadi program pemberdayaan di masing-masing pondok pesantren.
“Kita berharap dengan melihat data banyaknya pondok pesantren yang ada di kabupaten Bojonegoro nantinya bisa mengimplementasikan Program POP dengan berbagai varian Produk sehingga kesejahteraan santri dan santriwati di pondok pesantren akan lebih Terjamin Serta bisa meningkatkan kemandirian pondok pesantren,” ucap Bupati Bojonegoro.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur mengatakan bahwa one pesantren one product atau OPOP, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bertajuk di Kabupaten Bojonegoro untuk melakukan silaturahmi sekaligus kolaborasi pesantren dengan berbagai pihak. Diantaranya, otoritas jasa keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).
Sebelumnya, program one pesantren one product juga telah dilaunching oleh Gubernur Jawa Timur secara offline dan online pada Desember 2020 lalu.
“Kita bisa melihat bahwa diantara organisasi Konferensi islam Indonesia ini bahwa skala ekonomi terbesar dan ini menjadi kesempatan bagus bagi seluruh pondok pesantren yang ada di Jawa Timur untuk Turut serta memunculkan sebuah produk dari pondok pesantren yang bisa menjadi nilai ekspor dan di terima di pasar global khususnya di kalangan negara umat Islam di Dunia,” papar Khofifah.

Selain itu Melihat dari data gubernur Jawa Timur yang di tampilkan saat memberikan arahan bahwa Di tahun 2030 Indonesia menjadi kekuatan 7 besar ekonomi dunia, prediksi tahun 2050 Indonesia masuk 4 ekonomi terbesar di dunia, dan kita bisa melihat bagaimana sesungguhnya negara lain, seperti Thailand visinya menjadi bagian dari kekuatan restoran halal dunia, Korea menjadi destinasi wisata halal dunia.
Kemudian Jepang kontributor produk halal saat pandemi tahun 2020, artinya halal produk yang sesungguhnya sudah di dalam persetujuan menjadi pengakuan penting.
“Asia Pasifik di tahun 2030 ini kemungkinan kebutuhan produk halal hingga 62 persen. Ini adalah sebuah potensi besar pasar dunia apabila digandeng dengan founder ALIBABA,” ucap Gubernur Khofifah.
Wanita yang pernah menjabat Menteri Sosial juga mengatakan di Tahun 2030 nantinya 99 persen perdagangan UKM akan dilaksanakan online, 80 persen kekuatan ekonomi global akan berada pada roda UKM dan 85 persen akan dengan e-commerce.

“Semua harus ditelaah menjadi satu kesatuan. Jika dibesarkan one pesantren one product ingin membangun satu sistem ekonomi berbasis pesantren maka harus konfiden pelaku UKM akan menjadi back bone dari ekonomi di tahun 2030,” pungkas Gubernur.
Setelah memberikan arahan Kepada peserta silaturahmi Pondok Pesantren dan Peserta OPOP Gubernur Jawa Timur juga melihat langsung Bazar Produk UMKM dari perwakilan pondok pesantren dan meresmikan masjid Pondok Pesantren Al Fatimah.
(af)






