Komisi IV DPRD Kabupaten Tuban Bersama-sama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Dengar Pendapat Dengan Pelaku Pariwisata Dan Seni Menghadapi New Normal

judul gambar

Reporter : Ahmad Fauzi

Tuban, mediapantura.com – Bertempat di Ruang paripurna DPRD Kabupaten Tuban Ketua DPRD Kabupaten H.Miyadi bersama Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tuban Hj. Tri Astuti menggelar rapat dengar pendapat menyambut Tatanan Hidup Baru atau New Normal di Kabupaten Tuban,Sabtu (4/07/2020).

Rapat dengar pendapat diikuti juga Yayasan Sunan Bonang, Yayasan Asmorogondhi, Dewan Kesenian Tuban, Pammi, Parri, wedding organisasion, pramugari, Mc prananita.

Tri Astuti selaku Ketua komisi IV DPRD Kabupaten Tuban memberikan masukan bahwa syarat utama untuk dibukanya kembali destinasi wisata dan kegiatan seni budaya, hiburan di Tuban adalah kondisi Covid -19 sudah membaik.

Diapun juga memberikan masukan beberapa tahapan kepada Pemerintah Kabupaten apabila akan membuka sektor wisata maupun UMKM dan pekerja seni diantaranya.

– Penetapan Standart Operasional Prosedur baik di hotel, restoran, tempat pariwisata, sektor ekonomi kreatif lainnya.

– Adanya simulasi dan sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP).

– uji coba usai penerapan simulasi.

lanjut Tri Astutik bahwa menilai trend pariwisata nantinya yang tadinya berbasis kwantitas maka di era new normal akan berbasis pada kwalitas yaitu mengedepankan kebersihan, kesehatan, keselamatan. Sehingga diharapkan para pengelola wisata dan ekonomi kreatif berhati-hati agar tidak berdampak buruk pada sektor wisata yang bisa menjadi klaster baru.

“Adanya New Normal harus memperhatikan protokol kesehatan. Jangan sampai ada klaster baru dari sektor pariwisata, harus tetap mematuhi aturan Protokol kesehatan,” tandas Tri Astutik.

Dia juga mengajak seluruh pemangku kebijakan untuk bersinergi dengan para media yang mana peran media juga sangat penting dalam memberikan stigma yang baik,inovasi digital untuk memasarkan usaha agar dapat bersaing dan bangkit dari keterpurukan.

Anggaran untuk Dewan Kesenian supaya ditingkatkan dan perhatian terhadap 7.015 seniman yang tergabung dalam 17 lembaga/komonitas agar diberikan bantuan sebagi stimulan sementara dan diberikan kepastian dalam kesempatan berkarya tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan dalam tatanan new normal.

“Pandemi covid-19 ini mengakibatkan pendapatan menurun karena kehilangan pekerjaan dan penghasilan,” pungkas Tri Astuti. (Red)

Pos terkait

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *