Bojonegoro – Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Nurul Azizah, bergerak cepat meninjau langsung lokasi kebakaran rumah di Dusun Mruwut, Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Senin (18/05/26).
Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan kondisi lokasi kejadian tetap aman sekaligus memberikan dukungan langsung kepada korban terdampak.
Peristiwa kebakaran diduga dipicu oleh putra korban yang merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Akibat insiden tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp120 juta.
Korban pemilik rumah, Santi, menjelaskan bahwa anaknya memang telah lama mengalami gangguan jiwa dan sulit dikendalikan saat kambuh. Mengetahui kondisi tersebut, warga sekitar segera berkoordinasi untuk mengamankan situasi dan membawa pelaku ke rumah sakit guna mencegah dampak yang lebih besar.
Merespons kejadian itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui sinergi Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial langsung melakukan evakuasi terhadap pelaku ke RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo untuk mendapatkan penanganan medis intensif dengan pendampingan penuh.
Dalam keterangannya, Nurul Azizah menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan keselamatan korban sekaligus mempercepat penanganan terhadap ODGJ agar situasi lingkungan kembali kondusif.
Usai menjenguk korban, Wakil Bupati juga meninjau langsung kondisi bangunan rumah yang terdampak kebakaran. Menurutnya, rumah korban berpeluang mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah daerah setelah proses administrasi dinyatakan lengkap. Selain itu, Pemkab Bojonegoro juga mulai menggalang dukungan berbagai pihak untuk membantu kebutuhan darurat korban.
“Kami sudah bertemu langsung dengan korban, dan alhamdulillah Ibu Santi dalam kondisi baik. Selain itu, kami juga memastikan jaminan perawatan bagi ODGJ di rumah sakit agar masyarakat di Dusun Mruwut dipastikan aman. Insyaallah, bantuan kedaruratan untuk pemenuhan kebutuhan dasar korban juga segera kami salurkan,” terang Nurul Azizah.
Langkah cepat yang dilakukan pemerintah daerah tersebut mendapat respons positif dari warga sekitar karena dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus kepastian penanganan bagi korban maupun pelaku yang membutuhkan pendampingan kesehatan jiwa. (RBU/)
