Kontribusi CSR di Bojonegoro Sepanjang 2025 Tembus 33 Miliar

BOJONEGORO – Komitmen sektor korporasi dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam menyokong pembangunan di Kabupaten Bojonegoro mendapat apresiasi khusus pemerintah setempat. Sepanjang tahun 2025, kucuran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) menembus angka Rp33 miliar.

Angka fantastis tersebut menjadi sorotan utama dalam agenda CSR Award 2025 yang digelar Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro di Ruang Partnership, Gedung Pemkab Bojonegoro, Kamis (18/12/2025).

Bacaan Lainnya

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, berterimakasih atas  kontribusi serta komitmen dari perusahaan hingga BUMD yang telah turut serta memberikan dukungan pembangunan daerah dan kesejahteraan warga.

“Semoga, kedepan, kontribusi itu dapat terus ditingkatkan. Porsi CSR semakin banyak dan besar,” ungkap Wahono.

Wahono tak ingin dana miliaran rupiah tersebut terserap tanpa arah yang jelas. Ia menegaskan perlunya sinkronisasi ketat agar setiap program yang digulirkan perusahaan tidak tumpang tindih dengan program kerja pemerintah daerah.

“Itu agar program-program CSR perusahaan hingga BUMD selalu selaras dengan program Pemkab Bojonegoro. Tepat sasaran,” tegas Bupati.

Wahono menginstruksikan agar Forum CSR Bojonegoro segera dihidupkan kembali. Wadah ini dianggap sebagai kunci koordinasi agar kolaborasi antara pemerintah dan badan usaha tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

Kepala Bappeda Bojonegoro, Achmad Gunawan Ferdiansyah, menyatakan kesiapannya untuk merapatkan barisan dengan pihak korporasi guna menindaklanjuti arahan bupati tersebut.

“Forum CSR Bojonegoro itu memang perlu diaktifkan kembali. Dalam waktu dekat akan kami koordinasikan,” ujar Achmad Gunawan.

Berdasarkan data yang dihimpun, sektor migas masih menjadi kontributor terbesar bagi pembangunan daerah melalui skema PPM dan CSR. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) tercatat menyalurkan dana sebesar Rp12 miliar, disusul oleh Pertamina EP Cepu (PEPC) JTB sebesar Rp8,1 miliar, dan PEPC Field Sukowati sebesar Rp1,2 miliar.

Tak kalah bersaing, BUMD dan sektor perbankan juga menunjukkan taringnya. PT Asri Dharma Sejahtera mengalokasikan dana senilai Rp8,8 miliar. Sementara Bank Jatim menyumbang Rp2,8 miliar dan PT BPR Bank Daerah Bojonegoro sebesar Rp852 juta.(Hil)

Pos terkait