Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro resmi meluncurkan angkutan pelajar gratis sejak tanggal 1 Oktober kemarin. Angkutan Pelajar Gratis itu ada sebanyak 74 armada yang melayani 1.038 pelajar tingkat SMP dan SMA di Bojonegoro.
Dilansir dari situs media sosial Instagram @dishubbjn, 74 armada Angkutan Pelajar gratis itu melewati 4 rute, yakni Jalan Raya Bojonegoro – Baureno, Jalan Raya Bojonegoro – Padangan, Bojonegoro Kota dan Jalan Raya Bojonegoro – Temayang.
Angkutan pelajar gratis itu mulai banyak menuai respon positif di kalangan masyarakat Bojonegoro. Pasalnya, selain mempermudah akses perjalanan bagi para pelajar, keberadaan angkutan pelajar itu juga sebagai upaya untuk mengurangi serta meminimalisir angka kecelakaan di Bojonegoro.
“Adanya angkutan pelajar gratis dapat mempermudah akses perjalanan bagi pelajar yang hendak berangkat dan pulang sekolah”, ucap Yuni (43 tahun) warga Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro, Kamis (03/10/2024).
Yuni yang juga sebagai orang tua dari siswa mengatakan bahwa selain mempermudah akses perjalanan bagi para pelajar, angkutan pelajar itu juga sebagai bentuk upaya dari Pemkab Bojonegoro untuk mengurangi angka kecelakaan di kalangan pelajar.
“Semoga dengan adanya angkutan pelajar gratis dapat mengurangi kecelakaan dan mengurangi kemacetan di Bojonegoro”, katanya kepada Mediapantura.com.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Bojonegoro – Tuban melalui Kepala Seksi (Kasi) SMK, Agung Prijono menyambut baik adanya angkutan pelajar gratis tersebut. Dirinya menilai angkutan pelajar gratis sangat membantu para pelajar, terutama di biaya transportasi sekolah.
Selain itu, Kasi SMK juga beranggapan bahwa dengan angkutan pelajar gratis yang diluncurkan Pemkab Bojonegoro dapat memberikan keamanan dan keselamatan bagi para pelajar saat bersekolah.
“Angkutan pelajar gratis dapat digunakan untuk mengontrol siswa agar tidak membawa kendaraan bermotor ke sekolah, sebab banyak para pelajar yang belum memiliki SIM hal itu dikarenakan usianya belum 17 tahun”, tuturnya.
Agung Prijono menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada seluruh Kepala Sekolah baik itu SMA maupun SMK di Bojonegoro agar para siswanya memanfaatkan dan menggunakan angkutan pelajar gratis. (pur/red)
