Peringati Hari Kartini, Yayasan Al Abror Asah Mental Siswa Lewat Fashion Show

Bojonegoro – Peringatan Hari Kartini di Yayasan Al Abror tahun ini tak sekadar seremonial. Lembaga pendidikan yang menaungi jenjang PAUD, Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs) itu menggelar fashion show bertema “Semangat Kartini Motivasi Diri untuk Meraih Prestasi” sebagai upaya membangun karakter dan kepercayaan diri peserta didik sejak dini.

Kegiatan yang melibatkan seluruh jenjang pendidikan tersebut berlangsung meriah. Para siswa tampil percaya diri mengenakan beragam busana, mulai dari nuansa tradisional hingga kreasi modern yang tetap mengangkat nilai-nilai budaya. Sorak dukungan dari guru dan orang tua menambah semangat para peserta saat melenggang di atas panggung.

Bacaan Lainnya

Abrori, Ketua Yayasan Al Abror menegaskan, kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk memeriahkan peringatan Hari Kartini, tetapi juga sebagai bagian dari proses pendidikan mental bagi siswa.

“Kami ingin membentuk mental anak-anak agar tidak minder. Mereka harus berani tampil di depan umum, berani menunjukkan potensi diri, dan percaya bahwa mereka bisa meraih prestasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepercayaan diri merupakan salah satu kunci penting dalam menunjang keberhasilan siswa, baik di lingkungan sekolah maupun saat terjun ke masyarakat.

“Kalau sejak kecil mereka sudah dilatih tampil, ke depan mereka akan lebih siap menghadapi tantangan. Ini bagian dari pendidikan karakter yang tidak kalah penting dibandingkan pelajaran di kelas,” imbuhnya.

Untuk memberikan penilaian yang objektif dan profesional, panitia menghadirkan dua juri dari kalangan praktisi. Mereka adalah Novita Rofiatul Adawiyah, desainer fashion sekaligus owner butik novitarofia.id asal Bojonegoro, serta Nurul Siti Fatimah, owner Nurul Shifa MUA dari Kabupaten Tuban.

Kehadiran kedua juri ini memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Selain menilai, mereka juga memberikan masukan kepada peserta terkait teknik berjalan di atas panggung, ekspresi, hingga keserasian busana dan riasan.

Salah satu juri, Novita Rofia, menilai bahwa kegiatan seperti ini sangat positif untuk melatih keberanian anak.

“Anak-anak terlihat antusias. Ini bagus untuk melatih kepercayaan diri mereka sejak dini, apalagi dikemas dengan suasana yang menyenangkan,” katanya.

Sementara itu, Nurul Shifa menambahkan bahwa penampilan bukan hanya soal busana, tetapi juga bagaimana peserta mampu mengekspresikan diri.

“Yang dinilai bukan hanya pakaian, tetapi juga ekspresi, cara berjalan, dan bagaimana mereka membawa diri. Itu yang penting,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, para peserta dinilai berdasarkan sejumlah aspek, di antaranya kepercayaan diri, ekspresi, kerapian busana, serta kemampuan tampil di atas panggung. Penilaian tersebut diharapkan mampu memotivasi siswa untuk terus mengembangkan potensi diri.

Kegiatan ini juga menjadi ajang bagi siswa untuk mengenal dunia fashion secara sederhana, sekaligus memahami bahwa setiap individu memiliki keunikan yang bisa ditampilkan secara positif.

Dengan mengusung semangat Kartini, Yayasan Al Abror ingin menanamkan nilai bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi.

“Semangat Kartini adalah semangat untuk maju dan tidak takut mencoba. Itu yang ingin kami tanamkan kepada anak-anak,” pungkas Ketua Yayasan.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Al Abror menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki mental kuat, percaya diri, dan siap bersaing di masa depan.(*)

Pos terkait